Pengendalian Banjir Jakarta, Sodetan Kali Sunter Hampir Rampung

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerintah Jakarta Timur mengerahkan satu unit alat berat jenis backhoe untuk menggali lubang sodetan yang menghubungkan Kali Sunter dengan Waduk Pondok Ranggon, Cipayung, Senin (2/3/2020). Proyek sodetan diproyeksikan dapat menanggulangi banjir di kawasan bantaran. (ANTARA/HO-Kominfotik Jaktim).

    Pemerintah Jakarta Timur mengerahkan satu unit alat berat jenis backhoe untuk menggali lubang sodetan yang menghubungkan Kali Sunter dengan Waduk Pondok Ranggon, Cipayung, Senin (2/3/2020). Proyek sodetan diproyeksikan dapat menanggulangi banjir di kawasan bantaran. (ANTARA/HO-Kominfotik Jaktim).

    TEMPO.CO, Jakarta - Proyek Pengendalian banjir Jakarta yaitu sodetan saluran air sebagai penghubung Kali Sunter dan Waduk Pondok Ranggon I sudah hampir rampung.

    "Saat ini progres pembangunannya sudah mencapai 70 persen," kata Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur, Santo, di Jakarta, Rabu 4 Maret 2020.

    Sodetan sepanjang 15 meter, lebar tiga meter, serta kedalaman empat meter itu diproyeksikan menjadi solusi untuk meminimalisasi dampak luapan Kali Sunter ke sejumlah permukiman penduduk di bantaran Kali Sunter.

    Akibat luapan Kali Sunter, penduduk di Cipayung, Lubang Buaya, Pinang Ranti, Makasar, Halim Perdanakusuma, Kebon Pala, Cipinang Melayu, dan Pondok Bambu kerap kebanjiran.

    "Sodetan Pondok Ranggon akan membagi debit air Kali Sunter untuk ditampung pada Waduk Jati Ranggon sehingga bisa mengatasi banjir di bantaran Kali Sunter," katanya.

    Santo mengatakan pembuatan sodetan yang bergulir sejak Februari 2020 ditargetkan tembus ke area waduk dalam waktu dekat.

    Sejauh ini sodetan tersebut belum dipasang u-ditch atau saluran beton, namun air dari Kali Sunter sebagian sudah bisa melintasi sodetan.

    Santo optimistis proyek pengendalian banjir Jakarta dengan Waduk Pondok Ranggon I yang digali sedalam tujuh meter dengan luas 16,2 hektare optimal menampung debit air hingga 210 ribu meter kubik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.