Cegah Virus Corona, Sekolah Internasional di Bintaro Libur Sepekan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah dokter dari Puskesmas melakukan penyuluhan dan edukasi virus Corona atau Covid-19 di Sekolah Tunas Global, Depok, Jawa Barat, Selasa, 3 Maret 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah dokter dari Puskesmas melakukan penyuluhan dan edukasi virus Corona atau Covid-19 di Sekolah Tunas Global, Depok, Jawa Barat, Selasa, 3 Maret 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan- Dinas Pendidikan kota Tangerang Selatan membenarkan bahwa salah satu sekolah internasional di wilayah Bintaro diliburkan selama sepekan untuk mencegah virus corona.

    "Hari ini saya mengunjungi satu sekolah swasta Internasional di Bintaro, bahwa mewaspadai adanya virus corona sekolah ini melakukan disinfektan penuh seperti ruang kelas, halaman serta koridor sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan kota Tangsel Taryono, usai mengecek sekolah tersebut Rabu 4 Maret 2020.

    Menurut Taryono hal tersebut merupakan upaya maksimal karena sekolah tersebut melakukan disinfektan seminggu tiga kali. Adapun untuk saat ini sekolah melakukan disinfektan penuh dan meliburkan siswa selama satu minggu. "Kami dari dinas pendidikan menghargai, memahami dan mengapresiasi upaya maksimal yang dilakukan pihak sekolah," ujarnya.

    Di sekolah ini, lanjut Taryono, memang ada salah satu siswa yang masih kerabat dari korban virus corona di Depok. Namun saat ini anak tersebut dalam kondisi sehat dan anak itu tidak pernah ada kontak personal dengan keluarganya di Depok.

    "Artinya secara umum di Tangsel khususnya di sekolah ini tidak ada yang suspect virus corona dan anak tersebut saat ini juga dalam kondisi yang sehat," ungkapnya.

    Taryono juga mengatakan bahwa anak- anak dari sekolah swasta ini, akan dijadwalkan masuk kembali pada Senin, 9 Maret 2020. "Kami imbau kepada seluruh sekolah untuk menyediakan hand sanitizer dan anak datang ke sekolah disambut dengan cuci tangan terlebih dulu dan kalau memang ada, anak- anak yang masuk untuk dicek suhu tubuhnya," imbuhnya.

    Pantauan Tempo di sekolah internasional itu, setiap orang yang hendak masuk ke dalam sekolah akan dicek suhu tubuhnya menggunakan termometer infrared. Petugas keamanan akan mengukur suhu tubuh dengan mengarahkan termometer ke bagian kepala.

    Sekolah juga nampak sepi karena siswa masih diliburkan. Beberapa awak media tidak diperkenankan masuk ke dalam sekolah internasional dan hanya boleh berada di halaman.



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.