Polisi Temukan 46 Kasus Hoaks Virus Corona di Media Sosial

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • MIK (tengah), tersangka penyebar hoax tujuh kontainer surat suara tercoblos menutupi wajahnya ketika digelandang polisi menuju mobil tahanan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 11 Januari 2019. Tersangka yang merupakan seorang guru ini  ditangkap setelah mem-posting hoax di akun Twitter-nya. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    MIK (tengah), tersangka penyebar hoax tujuh kontainer surat suara tercoblos menutupi wajahnya ketika digelandang polisi menuju mobil tahanan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 11 Januari 2019. Tersangka yang merupakan seorang guru ini ditangkap setelah mem-posting hoax di akun Twitter-nya. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian gencar melakukan patroli siber untuk memberantas penyebaran hoaks virus Corona di media sosial. Sampai Jumat ini, polisi sudah menemukan 46 kasus hoaks corona yang tersebar di dunia maya. 

    "Hingga hari ini untuk kasus hoaks (corona) ada penambahan satu kasus. Jadi saat ini kami menangani 46 kasus," kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Jumat, 27 Maret 2020. 

    Argo tak merinci mengenai penanganan kasus tersebut dan tersebar di wilayah mana saja. Namun ia memastikan polisi akan terus melakukan penyelidikan penyebaran berita bohong itu. "Saat ini masih dalam proses penyidikan baik di wilayah maupun di Mabes Polri," sebut Argo.

    Dalam beberapa hari ke belakang polisi telah menangkap sejumlah orang karena diduga menyebarkan berita bohong atau hoaks virus Corona. Salah satunya seorang wanita yang diduga menyebar video hoaks tentang seorang pegawai di Pusat Grosir Cililitan, Jakarta Timur, terkena virus Corona. 

    Dalam video yang tersebar, sang pembuat merekam sebuah ambulans tengah membawa seseorang yang diduga tak sadarkan diri. Para petugas ambulans yang mengangkat wanita itu tampak mengenakan masker.

    Pengambil video menduga kalau orang yang dibawa itu terkait dengan penyebaran virus Corona. Ia mengatakan kalau orang itu merupakan karyawan salah satu toko di PGC. Video itu kemudian menyebar atau viral di media sosial. 

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Herry Purnomo mengatakan polisi segera bergerak menyelidiki kebenaran video tersebut. Setelah dicek, ternyata kabar karyawan yang diduga terkena virus Corona itu tidak benar dan berujung pada penangkapan pembuat video.

    M JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara