13 Pasien Positif Corona di Kota Bekasi Sembuh

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan RSUD Chasbullah Abdullmadjid saat simulasi penanganan pasien Virus Corona di Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 5 Maret 2020. RSUD kota Bekasi menyiapkan 1 ruang isolasi untuk penanganan pasien virus Corona usai Gubernur Ridwan Kamil menetapkan status siaga 1 di Jawa Barat terkait antisipasi penanganan virus corona (Covid-19). TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Petugas kesehatan RSUD Chasbullah Abdullmadjid saat simulasi penanganan pasien Virus Corona di Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 5 Maret 2020. RSUD kota Bekasi menyiapkan 1 ruang isolasi untuk penanganan pasien virus Corona usai Gubernur Ridwan Kamil menetapkan status siaga 1 di Jawa Barat terkait antisipasi penanganan virus corona (Covid-19). TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Bekasi - Sebanyak 13 pasien positif corona di Kota Bekasi, Jawa Barat dinyatakan sembuh. Mereka telah pulang ke rumah masing-masing setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit selama lebih dari 14 hari.

    Berdasarkan laporan yang diunggah di situs resmi pemerintah corona.bekasikota.go.id, jumlah kasus Covid-19 di Kota Bekasi sampai hari ini ada sebanyak 56. Rinciannya 13 sembuh, 42 sampai sekarang masih dirawat, sedangkan satu orang terkonfirmasi meninggal dunia.

    Sementara itu, orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 514 orang, sedangkan pasien dalam pengawasan 237 orang. Di situs itu juga dicantumkan orang meninggal dunia dengan penyakit khusus sebanyak 40 orang.

    Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, 13 pasien tersebut dinyatakan negatif setelah menjalani pemeriksaan spesimen dua kali. Karena itu, dokter yang merawat di sejumlah rumah sakit di Bekasi dan Jakarta merekomendasikan untuk pulang.

    "Sekarang di rumah, kami meminta tetap di rumah saja untuk mematuhi anjuran maupun imbauan pemerintah," kata Tri Adhianto pada Selasa, 7 April 2020.

    Tri mengatakan, tren penyebaran virus terus meningkat setiap hari. Karena itu, hasil tracking jumlah ODP dan PDP terus bertambah. Guna menekan penyebaran virus corona, pemerintah bersama dengan TNI/Polri sepakat melakukan penindakan bagi yang berada di luar rumah tanpa kepentingan mendesak."Setiap hari kami melakukan patroli membubarkan kerumuman," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.