Penyebab Pemerintah Kota Bogor Pilih Pengetatan PSBMK Bukan Lockdown

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bogor Bima Arya (kiri) bersama Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan di Balaikota Bogor, Jawa Barat, Selasa 28 April 2020. Wali Kota Bogor Bima Arya dengan menggunakan masker dan sarung tangan kembali bertugas normal dan memimpin jalannya pemerintahan setelah dinyatakan sembuh total dari virus Corona (COVID-19). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    Wali Kota Bogor Bima Arya (kiri) bersama Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan di Balaikota Bogor, Jawa Barat, Selasa 28 April 2020. Wali Kota Bogor Bima Arya dengan menggunakan masker dan sarung tangan kembali bertugas normal dan memimpin jalannya pemerintahan setelah dinyatakan sembuh total dari virus Corona (COVID-19). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Bogor -Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengungkapkan akan mengetatkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas atau PSBMK.

    Ia mengatakan akan membangun satgas bersama entitas bisnis dan komunitas.

    “Di perkantoran harus ada 1 atau 2 orang yang ditugaskan menjadi pengawas untuk menjaga protokol kesehatan, jaga jarak dan sebagainya,” kata dia Jumat 11 September 2020. 

    Menurutnya, PSBMK dipilih karena dapat menekan laju penyebaran Covid-19 sembari menjalankan aktivitas ekonomi.

    Lagi pula, kebijakan PSBMK yang diambil Kota Bogor sejak 29 Agustus 2020 berhasil mengeluarkan Bogor dari zona merah dan masuk ke zona oranye. “PSBMK itu melakukan pengetatan (protokol) sembari ekonomi berjalan,” kata dia. 

    Hal serupa juga diungkapkan Wali Kota Bogor Bima Arya, menurutnya PSBB atau Lockdown membutuhkan perhitungan yang matang, dan Kota Bogor memilih PSBMK. “Warga yang gabisa cari nafkah kan mesti kita hitung, gacukup APBD Kota,” kata dia.

    Baca juga : Bima Arya Tolak PSBB Total, Ini Strateginya Menekan Penularan Covid-19 

    Bima Arya mengatakan PSBMK memungkinkan ekonomi tetap jalan sembari mengendalikan penyebaran Covid-19. “Kemarin saya sudah bertemu dengan beberapa pengelola café, pengusaha, nanti kita detailkan hari senen,” kata Wali Kota Bogor itu.

    RAFI ABIYYU | DA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Febri Diansyah dan Jumlah Mereka yang Pamit dari KPK 5 Tahun Terakhir

    Mantan Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah, menyatakan telah mengajukan surat pengunduran diri. Selama 5 tahun terakhir, berapa pegawai yang pamit?