DKI: Anggaran untuk Waduk dan Sungai Terserap Rp 781 miliar Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara proyek naturalisasi Waduk Kampung Rambutan di Jakarta, Senin 7 Oktober 2019. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air menargetkan naturalisasi waduk tersebut selesai sebelum akhir tahun 2019 agar dapat menampung air dan luapan sungai saat musim hujan tiba. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Foto udara proyek naturalisasi Waduk Kampung Rambutan di Jakarta, Senin 7 Oktober 2019. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air menargetkan naturalisasi waduk tersebut selesai sebelum akhir tahun 2019 agar dapat menampung air dan luapan sungai saat musim hujan tiba. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, JakartaDinas Sumber Daya Air DKI Jakarta optimistis anggaran pembebasan lahan untuk waduk dan sungai akan terserap sebesar Rp 781 miliar hingga akhir 2020. Sekretaris Dinas SDA DKI, Dudi Gardesi, mengatakan sejauh ini proses pembayaran masih terus berjalan.

    "Kami berharap sampai akhir tahun bisa terserap maksimal," kata Dudi saat dihubungi, Senin, 5 Oktober 2020. Anggaran pembebasan lahan tahun ini untuk lima waduk dan lima sungai di Ibu Kota.

    Lima waduk itu adalah waduk Kampung Rambutan, Cimanggis, Pondok Rangon, Brigif, dan Lebak Bulus. Anggaran pembebasan lahan waduk tahun ini Rp 229 miliar. Sedangkan, pembebasan lahan di lima sungai tersebar di Sungai Ciliwung, Sunter, Pesanggrahan, Angke, dan Jatikramat. Anggarannya Rp 552 miliar.  

    Dinas mendapati sejumlah kendala dalam pembebasan lahan tahun ini. Kendala teknis terjadi karena tahun ini pemerintah menghadapi pandemi. Namun, Dudi yakin kendala teknis bisa diselesaikan.

    "Kendalanya banyak kantor yang tutup dan menerapkan kerja dari rumah.” Kantor BPN juga menerapkan kebijakan itu dan tidak semua karyawannya bisa masuk kantor. "Tapi kendala teknis ini masih bisa diatasi."

    Setelah DKI membebaskan lahan, kata Dudi, pemerintah pusat langsung bisa menormalkan situ atau kali dan memasang sheet pile. Pemasangan sheet pile mesti diteruskan untuk memperkuat bantaran kali dan mencegah longsor.

    "Pemasangan sheet pile juga bisa mencegah banjir karena mematenkan badan sungai agar tidak menyempit," ujarnya.



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto