Muhammadiyah Sesalkan Pemukulan Relawan Medis oleh Polisi Saat Aksi 1310

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa ANAK NKRI memulai unjuk rasa mereka menolak omnibus law di Patung Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat pada Selasa, 13 Oktober 2020. TEMPO/Wintang Warastri

    Massa ANAK NKRI memulai unjuk rasa mereka menolak omnibus law di Patung Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat pada Selasa, 13 Oktober 2020. TEMPO/Wintang Warastri

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Penanggulangan Bencana Pimpinan Pusat Muhammadiyah atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menyesalkan pemukulan relawan kesehatan oleh aparat kepolisian dalam demonstrasi Selasa, 13 Oktober 2020.

    Ketua MDMC Budi Setiawan mengatakan pemukulan itu terjadi di depan Apartemen Fresher, Menteng, Jakarta Pusat.

    "Kami menyesalkan terjadinya insiden dan meminta penjelasan dari Polda Metro Jaya," kata Budi dalam keterangan tertulis, Selasa, 13 Oktober 2020.

    Budi menjelaskan, lembaganya menurunkan relawan untuk mengantisipasi kebutuhan layanan kesehatan bagi pihak-pihak yang membutuhkan perawatan, baik dari sisi demonstran, aparat, maupun warga yang terdampak kegiatan.

    Selepas maghrib, kata Budi, relawan memantau situasi di depan Apartemen Fresher yang letaknya bersebelahan dengan kantor PP Muhammadiyah di Jalan Menteng Raya Nomor 62. Mereka bersiap jika ada korban yang harus dievakuasi dan dibantu Tim Kesehatan Muhammadiyah.

    Budi berujar, selang beberapa saat datang rombongan Reserse Mobil Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya dari arah Hotel Treva Cikini. Mereka langsung menyerang relawan dan beberapa warga yang ada di halaman Apartemen Fresher.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Gotong Royong Solid Di Masa Sulit Untuk Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia

    Kemendikbud mengajak untuk bergotong royong dan bekerja sama memastikan pembelajaran tetap berlangsung walaupun peserta didik tidak dapat hadir.