Massa FPI Penyambut Rizieq Shihab Bubar, Lalu Lintas Jalan S Parman Lancar

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengendara sepeda motor berada di tengah kemacetan di Tol Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Selasa, 10 November 2020. Kemacetan tersebut diakibatkan penumpukan massa di daerah Tol Bandara saat penyambutan kedatangan Habib Rizieq Shihab (HRS). ANTARA FOTO/Fauzan

    Sejumlah pengendara sepeda motor berada di tengah kemacetan di Tol Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Selasa, 10 November 2020. Kemacetan tersebut diakibatkan penumpukan massa di daerah Tol Bandara saat penyambutan kedatangan Habib Rizieq Shihab (HRS). ANTARA FOTO/Fauzan

    TEMPO.CO, Jakarta - Arus lalu lintas di Jalan S Parman menuju Jalan Gatot Subroto kembali lancar pada Selasa siang, pukul 13.00, setelah massa FPI penyambut Rizieq Shihab membubarkan diri.

    Meski arus kendaraan di Jalan S Parman sudah lancar, polisi masih memberlakukan rekayasa lalu lintas, Penutupan jalan masih diberlakukan di Jalan KS Tubun untuk kendaraan umum.

    Kendaraan yang diperbolehkan melintas di Jalan KS Tubun hanya ambulans dan kendaraan umum yang akan menuju rumah sakit atau pemilik rumah di kawasan tersebut.

    Kendaraan dari Jalan Palmerah Utara yang akan menuju Jalan KS Tubun dialihkan menuju Jalan Letjen S Parman. 

    Pada saat ini, kendaraan dari Jalan Gatot Subroto menuju Jalan Letjen S Parman terpantau ramai lancar.

    Rekayasa lalu lintas tersebut bersifat situasional, dan akan kembali normal jika telah kondusif.

    Baca juga: Penjemput Rizieq Shihab Padat: Bangku, Tanaman di Terminal 3 Diinjak Simpatisan

    Imam Besar FPI Rizieq Shihab tiba di kawasan S Parman sekitar pukul 12.25. Kedatangannya menuju kediaman di kawasan Petamburan disambut massa yang menyalakan petasan, menembakkan flare gun, dan membunyikan alat-alat musik tabuhan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.