Saran Pengamat untuk Rizieq Shihab: Jadilah Oposisi yang Menjaga Keadaban Publik

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin FPI Rizieq Shihab (tengah) menyapa ribuan jamaah di jalur Puncak, Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat 13 November 2020. Kedatangan Pemimpin FPI Rizieq Shihab ke Pondok Pesantren (Ponpes) Alam Agrokultural Markaz Syariah DPP FPI, Megamendung, Kabupaten Bogor untuk melaksanakan salat Jumat berjamaah sekaligus peletakan batu pertama pembangunan masjid di Ponpes tersebut. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    Pemimpin FPI Rizieq Shihab (tengah) menyapa ribuan jamaah di jalur Puncak, Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat 13 November 2020. Kedatangan Pemimpin FPI Rizieq Shihab ke Pondok Pesantren (Ponpes) Alam Agrokultural Markaz Syariah DPP FPI, Megamendung, Kabupaten Bogor untuk melaksanakan salat Jumat berjamaah sekaligus peletakan batu pertama pembangunan masjid di Ponpes tersebut. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti menyarankan Rizieq Shihab untuk menjadi oposisi yang menjaga keadaban publik. Caranya yang pertama, kata dia, yakni dengan tidak menentang atau melanggar aturan yang berkaitan dengan publik.

    "Kalau berkaitan dengan Presiden dan macam-macam silakan, tapi kalau kerumunan-kerumunan, jaga jarak, itu kan kebutuhan publik," kata Ray kepada Tempo, Selasa, 24 November 2020.

    Cara kedua menjaga keadaban publik, ujar Ray, adalah dengan tidak menggunakan mimbar kebebasan berpendapat untuk mencaci-maki orang lain.

    Ray meminta Rizieq Shihab untuk menghormati orang lain di tengah situasi pandemi Covid-19 ini. Menurut dia, banyak orang yang sudah berkorban selama kurang lebih tujuh bulan dengan cara tidak ikut berkerumun.

    Pengorbanan itu, kata Ray, dilakukan demi mengurangi risiko terpapar virus Corona, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. "Kalau pun Anda tidak mempedulikan Presiden, setidaknya hormati orang-orang yang sudah bersusah payah menjaga dirinya."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI Nyatakan Vaksin Covid-19 Sinovac Berstatus Halal, Ini Alasannya

    Keputusan halal untuk vaksin Covid-19 itu diambil setelah sejumlah pengamatan di fasilitas Sinovac berikut pengawasan proses pembuatan secara rinci.