Harga Tahu dan Tempe Naik Mulai Senin, Pengusaha: Gak Ada Untungnya

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pabrik tahu di Jalan Mampang Prapatan XIII, Tegal Parang, Jakarta Selatan yang berhenti produksi karena kenaikan bahan baku kedelai, Sabtu, 2 Januari 2021. Tempo/M YUSUF MANURUNG

    Suasana pabrik tahu di Jalan Mampang Prapatan XIII, Tegal Parang, Jakarta Selatan yang berhenti produksi karena kenaikan bahan baku kedelai, Sabtu, 2 Januari 2021. Tempo/M YUSUF MANURUNG

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengusaha tahu dan tempe di Jakarta akan mulai menaikkan harga jual produknya ke pasar mulai Senin, 4 Januari 2021. 

    Yono, seorang pengusaha tahu di Jalan Mampang Prapatan XIII, Tegal Parang, Jakarta Selatan, mengatakan keputusan menaikkan harga tahu terpaksa diambil untuk menyesuaikan kenaikan harga bahan baku kedelai impor yang saat ini berada di angka Rp 9.200 per kilogram.

    "Pabrik juga gak ada untungnya naikin harga, itu cuma buat nutupin harga kenaikan kacang (kedelai)," kata Yono di pabriknya, Sabtu, 2 Januari 2020.

    Menurut Yono, nominal kenaikan harga tahu akan terlebih dahulu dikoordinasikan dan disepakati bersama 5 produsen tahu yang berada di Mampang Prapatan XII.

    Ddia memperkirakan harga tahu akan dinaikkan Rp 3 - 4 ribu per papan cetak tahu. Sebelum ada kenaikan harga kedelai, satu papan cetak tahu biasa dijual Rp 23 ribu ke pedagang.

    "Tapi sampai saat ini belum ada kesepakatan harga" kata pria yang sudah 12 tahun jadi pengusaha tahu itu.

    Pria 51 tahun itu mengatakan harga kedelai asal Amerika Serikat sudah naik menjadi Rp 9.200 per kilogram sejak dua minggu lalu. Akibatnya, harga 1 kuintal kedelai yang ia beli naik sekitar Rp 150 ribu. Satu kuintal kedelai biasa diolah menjadi sekitar 50-54 papan cetak tahu.

    "Makanya kalau nggak kita naikin harganya, nggak ketemu ini hitung-hitungannya sama ongkos produksi," kata dia.

    Yono merupakan satu dari para pengusaha tahu dan tempe di Jakarta dan Jawa Barat yang melakukan mogok produksi sejak 1 hingga 3 Januari 2021. Aksi mogok yang diinisiasi oleh Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) DKI Jakarta itu dilakukan untuk menyikapi naiknya harga bahan baku kedelai.

    Baca juga: Selesai Mogok, Produsen Naikkan Harga Tahu dan Tempe Mulai Senin

    Pengusaha tempe di Mampang Prapatan XIII, Yunan juga melakukan mogok produksi sejak 1 hingga 3 Januari. Pria 30 tahun itu juga berencana menjual kembali tempenya pada Senin mendatang. Untuk menyiasati kenaikan harga kedelai, Yunan memiliki opsi selain menaikkan harga tempenya ke pasar. "Kalau nggak dinaikin, ya barangnya dikecilin," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.