Sudah 72 Perwakilan Keluarga Penumpang ke Crisis Center Sriwijaya Air SJ 182

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga warga Pontianak yang merupakan kerabat dari salah satu penumpang pesawat Sriwijaya Air menangis di ruang tunggu Terminal Kedatangan Bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu, 9 Januari 2021. Basarnas Pontianak menyatakan pihaknya telah menyiapkan crisis center dan posko informasi di Bandara Supadio untuk keluarga dari penumpang pesawat Sriwijaya Air SJY 182 rute Jakarta-Pontianak yang hingga kini masih hilang kontak. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

    Tiga warga Pontianak yang merupakan kerabat dari salah satu penumpang pesawat Sriwijaya Air menangis di ruang tunggu Terminal Kedatangan Bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu, 9 Januari 2021. Basarnas Pontianak menyatakan pihaknya telah menyiapkan crisis center dan posko informasi di Bandara Supadio untuk keluarga dari penumpang pesawat Sriwijaya Air SJY 182 rute Jakarta-Pontianak yang hingga kini masih hilang kontak. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

    TEMPO.CO, Tangerang -Corporate Communication Sriwijaya Air, Ary Mercyanto mengatakan hingga Minggu siang ini, 10 Januari 2021, sudah 72 keluarga korban penumpang Sriwijaya Air SJ 182 yang mendatangi Posko Crisis Center di Bandara Supadio Pontianak dan Bandara Soekarno-Hatta.

    "Update terbaru sudah 38 perwakilan anggota keluarga di PNK dan 34 di CGK," ujarnya.

    Berdasarkan pengamatan Tempo, puluhan keluarga korban terlihat duduk diruang tunggu dalam Posko untuk pendataan dan mendapatkan informasi. Mereka ada yang menangis dan ada juga yang hanya duduk terpaku diam.

    Baca juga: KRI Kurau Temukan Ban Diduga Milik Sriwijaya Air hingga Celana Anak

    Posko Crisis Center Sriwijaya Air  SJ 182 yang mulai dioperasikan Sabtu sore kemarin terbatas bagi petugas dan keluarga korban saja. Posko ini dijaga ketat aparat kepolisian maupub petugas Avsec Bandara Soekarno-Hatta.

    Naina, adik kandung Rahmania salah penumpang SJ 182 tujuan Jakarta-Pontianak ini mengaku mereka hanya didata dan disuruh menunggu informasi selanjutnya. "Didalam kami didata, diminta menyampaikan ciri ciri penumpang termasuk pakaian yang dikenakan saat naik pesawat," ujar Naina.

    Selanjutnya, kata dia, keluarga penumpang yang ada di dalam posko diminta menunggu informasi selanjutnya.

    Naina mengatakan kakaknya Rahmania terbang dari Bandara Soekarno-Hatta hendak pulang ke Pontianak. "Kakak saya berasal dari Pontianak," ujarnya. Dia mengaku ada di Bali saat mendapat kabar pesawat Sriwijaya Air yang ditumpangi kakaknya hilang kontak Sabtu petang. "Saya langsung terbang dari Bali dan datang ke sini," ujarnya.

    Naina berharap kakaknya dan penumpang yang lain bisa segera ditemukan. "Semua prosesnya dilancarkan," katanya. Dia juga meminta agar masyarakat tidak menyebar atau mengupload kondisi korban di media sosial.

    Berdasarkan kronologi yang disampaikan Kementerian Perhubungan pesawat Sriwijaya SJY 182 take off dari Bandara Soekarno Hatta menuju Pontianak pada pukul 14.36 WIB.Pada pukul 14.37 WIB melewati 1700 kaki dan melakukan kontak dengan Jakarta Approach. Pesawat diizinkan naik ke ketinggian 29.000 kaki dengan mengikuti Standard Instrument Departure.

    Pukul 14.40 WIB, Jakarta Approach melihat pesawat Sriwijaya Air tidak ke arah 075 derajat melainkan ke Barat Laut (North West), oleh karenanya ditanya oleh ATC untuk melaporkan arah pesawat.

    Tidak lama kemudian, dalam hitungan detik, Pesawat hilang dari radar. Manajer operasi langsung berkoordinasi dengan : Basarnas, Bandara tujuan, dan instansi terkait lainnya.

    Total penumpang Pesawat 50 orang (40 dewasa, 7 anak-anak dan 3 Bayi), ditambah 12 orang (6 kru aktif dan 6 ekstra kru).

    JONIANSYAH HARDJONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Alasan Pemerintah Di Balik Harga Tes PCR Di Bandara

    Sejumlah alasan membuat pemerintah kembali menurunkan harga RT - PCR. Tempo mengumpulkan sejumlah fakta di balik naik-turun harga tes itu.