Besok Putusan Praperadilan, Aneka Faktor Bikin Kubu Rizieq Shihab Optimis Menang

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Tim kuasa hukum Muhammad Rizieq Shihab menyiapkan berkas persidangan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 4 Januari 2021. Rizieq Shihab yang menjadi tersangka kasus kerumunan tidak mendatangi sidang perdana praperadilan yang dia ajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. TEMPO / Hilman Fathurtahman W

TEMPO.CO, Jakarta -Pengadilan Negeri atau PN Jakarta Selatan akan menggelar sidang putusan dalam gugatan praperadilan yang diajukan oleh Rizieq Shihab melawan Kepolisian pada esok hari, Selasa, 12 Januari 2021. 

Pihak termohon terdiri dari penyidik, Kepala Subdirektorat Keamanan Negara Polda Metro Jaya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kapolda Metro Jaya dan Kapolri.

"Kami selaku pihak kuasa hukum IB HRS optimis, Insyaallah kiranya hakim tunggal Akhmad Sahyuti akan memutuskan bahwa penetapan tersangka terhadap klien kami tidak sah dan atau tidak berdasar hukum," kata kuasa hukum Rizieq, Muhammad Kamil Pasha dalam keterangan tertulisnya, Senin, 11 Januari 2021.

Baca juga : Praperadilan Rizieq Shihab, Pengacara Ungkit Soal Denda Rp 50 Juta

Optimisme itu, kata Kamil didasarkan oleh sejumlah dalil dan fakta persidangan yang telah berlangsung. Pertama, terkait dugaan penghasutan sebagaimana jerat Pasal 160 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terhadap kliennya.

Menurut Kamil, fakta persidangan menemukan bahwa saksi-saksi yang menghadiri acara Maulid Nabi di Petamburan, Jakarta Pusat pada 14 November 2020 datang bukan karena diundang atau merasa terhasut.

Menurut dia, Maulid Nabi memang agenda tahunan yang biasa digelar umat muslim di Indonesia. Selain itu, menurut klaimnya, orang-orang datang ke Maulid di Petamburan juga karena rindu dengan Rizieq Shihab.

"Sedangkan Maulid bukanlah peristiwa pidana atau yang dilarang undang-undang, buktinya aparat kepolisian, Satpol PP, Dishub ikut menjaga dan mengamankan," kata Kamil.

Sementara terkait sangkaan Pasal 93 Undang-Undang Kekarantinaan Wilayah, Kamil menilai bahwa unsur terpenting dalam pasal ini adalah apakah sebuah peristiwa menyebabkan kedaruratan kesehatan.

Namun menurut dia, Pasal 10 di undang-undang itu menyebutkan kedaruratan kesehatan masyarakat ditetapkan oleh pemerintah pusat. Tapi penetapan tersebut tak pernah dikeluarkan.

"Fakta persidangan juga menyatakan tidak ada bukti dari ahli epidomologi ada kedaruratan kesehatan masyarakat akibat dari Maulid di Petamburan," kata Kamil.

Terakhir ihwal tindakan melawan petugas dalam Pasal 216, Kamil menilai Rizieq Shihab tidak mungkin melakukannya. Sepanjang acara maulid berjalan, kata dia, aparat justru menjaga dan mengamankan. Menurut dia, tidak ada perintah untuk membubarkan acara tersebut.

M YUSUF MANURUNG






Polda Metro Jaya Kerahkan 602 Pasukan Amankan Acara P20 di Gedung DPR Besok

2 jam lalu

Polda Metro Jaya Kerahkan 602 Pasukan Amankan Acara P20 di Gedung DPR Besok

Polda Metro Jaya menyiapkan 602 personel untuk mengamankan jalannya G20 Parliamentary Speakers Summit (P20) ke-8 di Gedung DPR 5-7 Oktober 2022


Belajar dari Tragedi Kanjuruhan, Kapolda Metro Jaya Ingatkan Evaluasi Standar Pengamanan

4 jam lalu

Belajar dari Tragedi Kanjuruhan, Kapolda Metro Jaya Ingatkan Evaluasi Standar Pengamanan

Peristiwa tragedi Kanjuruhan itu, kata Kapolda Metro Jaya Fadil Imran, membuat semua pandangan masyarakat tertuju pada Polri


Pengamat Ragukan Ketidaktahuan Fadil Imran soal Peran Jerry Siagian di Kasus Ferdy Sambo

2 hari lalu

Pengamat Ragukan Ketidaktahuan Fadil Imran soal Peran Jerry Siagian di Kasus Ferdy Sambo

Kapolri Listyo Sigit menyatakan tiga Kapolda yang dituduh ikut menyokong skenario Ferdy Sambo tidak terlibat, termasuk Fadil Imran.


Kapolri Sebut Tiga Kapolda Tidak Terlibat Skenario Ferdy Sambo

3 hari lalu

Kapolri Sebut Tiga Kapolda Tidak Terlibat Skenario Ferdy Sambo

Kapolri mengatakan Divisi Propam Polri dan tim khusus telah memeriksa dan menyimpulkan tiga Kapolda tidak terkait dengan skenario kasus Ferdy Sambo.


Deolipa Anggap Biasa Cekcok dengan Pengacara Bharada E di Ruang Sidang

5 hari lalu

Deolipa Anggap Biasa Cekcok dengan Pengacara Bharada E di Ruang Sidang

Deolipa Yumara anggap perdebatan dengan pengacara Bharada E Ronny Berty Talapesey hal biasa saja. Hakim bilang hal memalukan.


Deolipa dan Pengacara Bharada E Cekcok di Ruang Sidang Bikin Hakim Ketok Palu Berulang Kali

5 hari lalu

Deolipa dan Pengacara Bharada E Cekcok di Ruang Sidang Bikin Hakim Ketok Palu Berulang Kali

Sidang gugatan perdata Deolipa Yumara terhadap pengacara Bharada E Ronny Berty Talapessy di PN Jakarta Selatan kembali ditunda.


Begini Alasan Polda Metro Mau Segera Pindahkan Titik Demonstrasi ke Monas

7 hari lalu

Begini Alasan Polda Metro Mau Segera Pindahkan Titik Demonstrasi ke Monas

Pemilihan tempat demonstrasi ini menurut Fadil sangat tepat, tidak saja bagi kelompok demonstran, tapi juga bagi anggota kepolisian dan warga.


Kapolda Metro Mau Pindahkan Lokasi Demonstrasi Karena Banyak Warga Terganggu Penutupan Jalan

10 hari lalu

Kapolda Metro Mau Pindahkan Lokasi Demonstrasi Karena Banyak Warga Terganggu Penutupan Jalan

Kapolda Metro Fadil Imran mau memindahkan lokasi demonstrasi agar tidak perlu lagi melakukan penutupan jalan dan tak perlu menurunkan banyak polisi.


Kapolda Metro Fadil Imran Usul Demonstrasi Diadakan di Monas

11 hari lalu

Kapolda Metro Fadil Imran Usul Demonstrasi Diadakan di Monas

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran mengusulkan agar titik lokasi demonstrasi yang biasa diadakan di Patung Kuda digeser ke Monas


Anak Buah Ferdy Sambo Perusak TKP Duren Tiga dan Dugaan Perannya di Peristiwa KM50

18 hari lalu

Anak Buah Ferdy Sambo Perusak TKP Duren Tiga dan Dugaan Perannya di Peristiwa KM50

Dalam laporan majalah Tempo edisi 3 September 2022, Handik adalah salah satu penyokong skenario Ferdy Sambo.