DKI Berharap Pusat Segera Tambah Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Bodetabek

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat meninjau lahan pemakaman khusus jenazah pasien Covid-19 di TPU Rorotan, Jakarta Utara, pada Rabu, 27 Januari 2021. Dok: Humas Pemprov DKI

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat meninjau lahan pemakaman khusus jenazah pasien Covid-19 di TPU Rorotan, Jakarta Utara, pada Rabu, 27 Januari 2021. Dok: Humas Pemprov DKI

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pemerintah pusat berencana menambah rumah sakit rujukan Covid-19 di wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Tambahan itu diharapkan bisa menurunkan angka keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan di DKI Jakarta.

    "Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa meningkatkan kepasitas di daerah luar Jakarta, yaitu Bodetabek," kata Riza Patria kepada wartawan saat meninjau persiapan pembukaan TPU Rorotan, Jakarta Utara, Rabu, 27 Januari 2021.

    Baca: ARSSI Minta Kemenkes Lunasi Biaya Rawat Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Swasta

    Saat ini, tempat tidur untuk isolasi dan ruang perawatan intensif pasien Covid-19 di DKI telah terisi 84 persen. Dari jumlah itu, sebanyak 24 persen di antaranya merupakan pasien dari luar Jakarta. "Bahkan range-nya bisa sampai 24-30 persen pasien dari luar Jakarta."

    Dengan penambahan fasilitas kesehatan di luar DKI itu, diharapkan bisa membuat tingkat keterisian atau bad occupation rate (BOR) menjadi aman di angka 60 persen. Daerah lain bisa merawat sendiri warganya yang terpapar Covid-19.

    Jika sekarang tingkat keterisian atau bad occupation rate 84 persen, dikurangi 24 persen berarti okupasi rumah sakit rujukan di Jakarta sebanyak 60 persen. “Sekarang, 24 persen kami menampung pasien non-Jakarta."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.