Polisi Buru Komunitas Pecinta Satwa Dalam Kasus Penjualan Hewan Langka di Bekasi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus saat merilis penangkapan pedagang hewan langka/ Tempo/Julnis

TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya akan mencari komunitas pecinta satwa yang terlibat jaringan penjualan hewan langka di Bekasi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan tersangka kasus penjualan hewan langka berinisal YI mengaku mendapatkan orangutan dari temannya di komunitas pecinta hewan di media sosial.

YI telah menjadi pedagang satwa langka sejak Agustus 2020. Selama lima bulan berjualan hewan dilindungi tersebut, YI meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah.

"Keuntungannya bervariasi, Rp 1 - 10 juta, dan selama tersangka melakukan kegiatan itu, dia telah meraup keuntungan kurang lebih Rp 50 juta," ujar Yusri Yunus dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis, 28 Januari 2021.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem Wiratno menjelaskan, harga yang dipatok YI untuk bayi Orangutan Sumatera yang dijualnya terbilang murah, yakni hanya sekitar Rp 1 - 10 juta. Di pasar luar negeri harga seekor bayi Orangutan bisa menembus USD 10 - 15 ribu atau sekitar Rp 200 juta. 

"Jadi ini dijual murah, tapi dalam penangkapan baby Orangutan, pasti induknya sudah meninggal," kata dia. 






Seorang Pelajar di Bekasi Tewas Akibat Tawuran

1 hari lalu

Seorang Pelajar di Bekasi Tewas Akibat Tawuran

Seorang pelajar berinisial MRA tewas dalam sebuah tawuran di Jalan Kasuari, Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.


Daftar 14 Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

2 hari lalu

Daftar 14 Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

Polda Metro Jaya membuka layanan Samsat Keliling di 14 wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) untuk hari ini.


PDIP Jelaskan Soal Video Viral Puan Maharani Cemberut Saat Bagi-bagi Kaos di Bekasi

3 hari lalu

PDIP Jelaskan Soal Video Viral Puan Maharani Cemberut Saat Bagi-bagi Kaos di Bekasi

Viral video Puan Maharani bagi-bagi kaos di Bekasi dengan wajah cemberut. PDIP memberikan klarifikasi apa yang terjadi saat itu.


Kabupaten Bekasi Genjot Kinerja, Akselerasi Belanja Capai Rp 3,3 Triliun

5 hari lalu

Kabupaten Bekasi Genjot Kinerja, Akselerasi Belanja Capai Rp 3,3 Triliun

Bertahun-tahun hanya sebatas wacana, percepatan pembangunan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, akhirnya terealisasi berkat komitmen pemerintah daerah.


PSI Kritik Pengadaan Karangan Bunga Rp 1,1 Miliar oleh Pemkot Kota Bekasi

8 hari lalu

PSI Kritik Pengadaan Karangan Bunga Rp 1,1 Miliar oleh Pemkot Kota Bekasi

PSI Bekasi bandingkan anggaran pengadaan karangan bunga Kota Bekasi yang lebih besar daripada Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Kota Bogor.


Penerima Bantuan Perlindungan Sosial Kabupaten Bekasi Ditetapkan, Ada dari Aplikasi Bebeli

9 hari lalu

Penerima Bantuan Perlindungan Sosial Kabupaten Bekasi Ditetapkan, Ada dari Aplikasi Bebeli

Pemerintah Kabupaten Bekasi menetapkan sasaran penerima bantuan perlindungan sosial untuk meringankan beban masyarakat terkena dampak harga BBM.


DKI Jakarta Jalin Kerja Sama dengan Tangsel dan Bekasi untuk Gelar Uji Emisi

10 hari lalu

DKI Jakarta Jalin Kerja Sama dengan Tangsel dan Bekasi untuk Gelar Uji Emisi

Pemprov DKI Jakarta akan bekerja sama dengan Pemkot Tangerang Selatan dan Pemkot Bekasi untuk menggelar uji emisi kendaraan bermotor.


DKI Gandeng Tangsel dan Kota Bekasi untuk Uji Emisi Kendaraan Bermotor

11 hari lalu

DKI Gandeng Tangsel dan Kota Bekasi untuk Uji Emisi Kendaraan Bermotor

Dinas Lingkungan DKI Jakarta menggandeng Tangsel dan Kota Bekasi untuk menggelar uji emisi kendaraan bermotor.


Pj Bupati Bekasi Tutup Tempat Karaoke Infinity Cafe, Berkedok Restoran Karyawan Pakai Seragam Sekolah

11 hari lalu

Pj Bupati Bekasi Tutup Tempat Karaoke Infinity Cafe, Berkedok Restoran Karyawan Pakai Seragam Sekolah

Penjabat Bupati Bekasi memimpin langsung penutupan Infinity Cafe, tempat hiburan malam berkedok restoran. Karyawannya pakai seragam sekolah.


Penelitian UI Sebut 25 Persen Pendapatan Anak Jalanan Jakarta Buat Beli Rokok, Ironi

15 hari lalu

Penelitian UI Sebut 25 Persen Pendapatan Anak Jalanan Jakarta Buat Beli Rokok, Ironi

Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia membeberkan 25 persen dari total pendapatan harian yang diperoleh anak jalanan untuk beli rokok.