DKI Uji Efektivitas Flyover Tapal Kuda Lenteng Agung dan Tanjung Barat

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara atap rumah warga bercat warna-warni di sekitar flyover tapal kuda, Lenteng Agung, Jakarta, Senin, 18 Januari 2021. Lukisan atap rumah pun didesain mengadopsi kesenian warga lokal yang mayoritas bersuku Betawi. TEMPO/Subekti.

    Foto udara atap rumah warga bercat warna-warni di sekitar flyover tapal kuda, Lenteng Agung, Jakarta, Senin, 18 Januari 2021. Lukisan atap rumah pun didesain mengadopsi kesenian warga lokal yang mayoritas bersuku Betawi. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta menguji efektivitas jalan layang atau flyover tapal kuda Tanjung Barat dan Lenteng Agung untuk mengurai kemacetan pada uji coba untuk umum hari kedua dan ketiga.

    "Untuk uji coba akan dilanjutkan Senin dan Selasa yang merupakan hari kerja dengan jam sibuk masing-masing, sehingga akan tergambar tingkat efektivitas dan kemanfaatan dari pembangunan kedua jalan layang di atas, dalam mengatasi kemacetan sebelumnya," kata Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Hari Nugroho saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 1 Februari 2021.

    Hari menyebutkan, pada hari pertama uji coba Ahad, 31 Januari 2021, efektivitas flyover tapal kuda Lenteng Agung dan Tanjung Barat memang tidak terdata secara spesifik dan rinci data jumlah kendaraan yang melintas karena bukan merupakan hari kerja.

    Baca juga: Warga Poltangan Waswas Melintas ke Fly Over Tapal Kuda Tanjung Barat

    Dinas Bina Marga DKI akan melihat efektivitas tersebut pada saat uji coba hari kerja yang berlangsung selama dua hari, yaitu pada Senin, 1 Februari 2021 dan Selasa, 2 Februari 2021.

    Menurut Hari, pada uji coba hari pertama kemarin, masyarakat menyambut baik dengan dibukanya kedua jalan layang itu karena sebelumnya mereka harus memutar jauh di putaran Srengseng Sawah (Universitas Pancasila).

    "Flyover U Turn (berputar) dapat memangkas baik dari segi jarak maupun waktu tempuh," kata Hari.

    Hari menambahkan, yang dapat dipastikan dengan dibangunnya kedua flyover u turn Lenteng Agung dan Tanjung Barat dapat meniadakan kemungkinan terjadinya kecelakaan antara pengguna jalan dan kereta api dalam melintasi perlintasan sebidang yang ada.

    Jalan layang tapal kuda Lenteng Agung memiliki panjang 430 meter di sisi barat dan 450 meter di sisi timur dengan lebar 6,5 meter. Sedangkan jalan layang Tanjung Barat sisi barat mencapai 540 meter dan sisi timur 590 meter.

    Pembangunan jalan layang Lenteng Agung dan Tanjung Barat ini bertujuan untuk mengurai kemacetan lalu lintas, menghapus perlintasan sebidang kereta api, meminimalisir kecelakaan lalu lintas dengan kereta api dan mengamankan perjalanan kereta api.

    Kedua jalan layang ini dijuluki flyover tapal kuda karena memiliki bentuk seperti tapal kuda yang dibuat saling membelakangi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Perlu Diketahui Tentang Kemenangan Indonesia di Thomas Cup 2020

    Kemengan Jonatan Christie di Thomas Cup 2020 menandai kemenangan Tim Merah Putih. Sejumlah catatan ditorehkan oleh regu yang menang atas Cina ini.