Anies Baswedan Tegaskan Tak Ada Lockdown Jakarta di Akhir Pekan, PDIP Bilang Ini

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintas di Terowongan Kendal Jakarta, Rabu, 3 Februari 2021. Pemprov DKI Jakarta sedang mempertimbangkan penerapan lockdown akhir pekan guna menanggapi kegagalan PPKM dan menekan penyebaran wabah COVID-19. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Warga melintas di Terowongan Kendal Jakarta, Rabu, 3 Februari 2021. Pemprov DKI Jakarta sedang mempertimbangkan penerapan lockdown akhir pekan guna menanggapi kegagalan PPKM dan menekan penyebaran wabah COVID-19. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta -Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diingatkan untuk mencari solusi setelah menolak penerapan lockdown Jakarta di akhir pekan.

    Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menyebut, harus ada cara lain untuk memutus penularan Covid-19 di Ibu Kota.

    "Yang terpenting ketika Pemprov sudah membuat kebijakan tidak, tentunya harus ada jalan lain," kata dia saat dihubungi, Sabtu, 6 Februari 2021.

    Wacana lockdown weekend di Jakarta menjadi perbincangan setelah Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria menyatakan akan mempertimbangkan usulan tersebut.

    Baca juga : Anies Baswedan Pahlawan TUMI, Pengamat Sebut Masih Ada 4 PR Transportasi

    Usulan lockdown Jakarta di akhir pekan pertama kali dilontarkan anggota DPRD dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN). Menurut Riza, pemerintah DKI akan mengkaji usulan-usulan yang ada.

    Anies lantas menegaskan tak ada rencana menerapkan karantina wilayah atau lockdown weekend di Ibu Kota.

    "Jakarta tidak merencanakan penerapan kebijakan lockdown di akhir pekan," ujar Anies dalam siaran yang diunggah dalam akun Youtube pemerintah DKI, Jumat, 5 Februari 2021.

    Menurut Gembong, isu ini hanya wacana. Keputusan akhir tetap ada di tangan gubernur.

    "Kita tunggu apa yang mau ditempuh oleh Pak Anies Baswedan dalam rangka memutus penyebaran Covid-19 di Jakarta," ucap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.