Stasiun Tebet Kebanjiran, KRL dari Bogor Hanya Sampai Pasar Minggu

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang Commuterline melintasi underpass yang baru dibuka di Stasiun Tebet, Jakarta, 25 Juli 2017. Underpass  dilengkapi dua buah tangga dengan panjang 11,8 meter dan lebar 4 meter di peron jalur 1 atau peron yang mengarah ke Kasablanka. TEMPO/Yovita Amalia

    Calon penumpang Commuterline melintasi underpass yang baru dibuka di Stasiun Tebet, Jakarta, 25 Juli 2017. Underpass dilengkapi dua buah tangga dengan panjang 11,8 meter dan lebar 4 meter di peron jalur 1 atau peron yang mengarah ke Kasablanka. TEMPO/Yovita Amalia

    Tempo.co, Jakarta - Banjir menggenangi Stasiun Tebet pada Kamis, 18 Februari 2021. Banjir hingga menggenangi rel kereta di stasiun tersebut membuat perjalanan KRL terkendala sejak 13.20.

    "KAI Commuter memohon maaf atas kendala operasional KRL di Lintas Manggarai - Bogor yang terjadi mulai pukul 13.20 WIB karena adanya genangan air pada jalur rel di Stasiun Tebet. Perjalanan KRL di lokasi selanjutnya diatur berjalan hati-hati dengan kecepatan terbatas," kata juru bicara PT KAI Commuter Sylviane Purba melalui keterangan tertulisnya.

    Untuk keamanan dan keselamatan bersama, karena banjir itu KRL akan melintas di Stasiun Tebet dengan kecepatan terbatas. Karena itu, saat ini terdapat antrean kereta yang akan melewati Stasiun Tebet maupun Stasiun Manggarai.

    Baca juga: Ada Potensi Hujan Ekstrem, Wagub DKI: Kami Minta Siap Siaga

    ADVERTISEMENT

    Untuk mengurai antrean kereta, KAI Commuter juga melakukan rekayasa pola operasi mulai pukul 13.50 WIB. Sejumlah kereta dari arah Depok/Bogor perjalanannya diatur hanya sampai Stasiun Pasar Minggu untuk selanjutnya kembali ke arah Bogor.

    "Sementara KAI Commuter juga masih melakukan antisipasi untuk kereta-kereta, tujuan Bogor agar dapat melewati Stasiun Tebet."

    IMAM HAMDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?