Bioskop dan Pameran UMKM di Kota Depok Diperbolehkan, Simak Batas Kapasitasnya

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bioskop. shutterstock.com

    Ilustrasi Bioskop. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Depok - Wali Kota Depok Mohammad Idris mengizinkan bioskop dan tempat permainan ketangkasan hingga pameran UMKM beroperasi kembali pada masa PSBB proporsional. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana mengatakan kebijakan ini diambil untuk memulihkan kondisi ekonomi daerah dan memperhatikan perkembangan kebijakan di Jabodetabek.

    "Ada penyesuaian kebijakan dalam pengaturan aktivitas warga dan aktivitas ekonomi. Aktivitas pameran dan festival UMKM untuk menggerakkan ekonomi masyarakat diperbolehkan dengan kapasitas pengunjung 30 persen," ujar Dadang di Depok, Jumat 26 Maret 2021.

    Pemutaran film di bioskop juga sudah diperbolehkan dengan kapasitas 50 persen. 

    Kebijakan pengaturan aktivitas warga dan aktivitas ekonomi itu tertuang dalam Peraturan Wali Kota Depok Nomor 15 Tahun 2021 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Wali Kota Depok Nomor 59 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Secara Proporsional Pra Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Rangka Pencegahan, Penanganan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

    ADVERTISEMENT

    Selain pameran UMKM dan bioskop, Kota Depok juga mengizinkan sarana permainan anak, tempat bermain ketangkasan, kolam renang dan wahana permainan keluarga beroperasi pada masa PSBB Depok ini. Namun tempat usaha tersebut harus mematuhi batas kapasitas pengunjung 30 persen. 

    Pelaksanaan ujian praktek di sekolah juga diperbolehkan dengan pembatasan ketat. 

    Baca juga: Bioskop dan Arena Bermain Anak Kabupaten Tangerang Segera Dibuka

    Dadang mengingatkan, pengelola bioskop atau wahana hiburan lain wajib menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Pemerintah Kota Depok akan melakukan pengawasan melalui Organisasi Perangkat Daerah terkait dan Satpol PP, serta TNI dan Polri.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?