Pengakuan Otak Pencurian Rumah Mewah di Kedoya: Terdesak Bayar Utang

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Ditangkap / Ditahan / Diborgol. shutterstock.com

    Ilustrasi Ditangkap / Ditahan / Diborgol. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ari alias A, otak pencurian di Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menjelaskan alasannya mempreteli rumah mewah tersebut. Kepada penyidik, Ari menjelaskan sedang terdesak utang. 

    "Saya mencuri buat bayar utang kontrakan yang nunggak 6 bulan," ujar Ari dalam sebuah video yang Tempo terima pada Rabu, 31 Maret 2021. Kapolsek Kebon Jeruk Komisaris Robinson Manurung sudah membenarkan terkait pengakuan Ari itu. 

    Ari menjelaskan usai melunasi utang tersebut dari hasil memereteli rumah, ia menjadi gelandangan dengan tidur di emperan toko karena kehabisan uang. Ari juga sudah tahu tengah menjadi buronan polisi 

    Baca juga: Polisi Tangkap Otak Pencurian Rumah Mewah di Kedoya

    Di tengah hidup menggelandang itu, Ari akhirnya bertemu dengan temannya dan sempat menumpang tinggal dengannya. "Tapi karena dia kerja, akhirnya saya ikut dia ke tempat kerja. Tidur di pos security sampai akhirnya ketangkap," ujar Ari. 

    Viralnya rumah yang dipreteli oleh maling itu pertama kali disebarkan di akun medsos @merekamjakarta. Dalam video yang diunggah, rumah mewah milik korban nampak seperti sedang dibangun karena tak ada ubin ataupun pintu. 

    Pemilik rumah yang merekam peristiwa itu pun mengungkapkan kemarahannya. "Ini mah bener-bener kurang ajar, udah berani mati ini," kata dia. 

    Kapolsek Kebon Jeruk Komisaris Robinson Manurung menjelaskan dua anak buah Ari yang berinisial DN dan S, mengaku menyewa tiga orang dari jasa bongkar bangunan untuk mengambil material ubin, kusen, hingga pintu. Kepada polisi, pelaku membayar para penyedia jasa itu tanpa memberi tahu kalau yang mereka lakukan adalah pencurian. 

    "Per harinya dibayar Rp 125 ribu. Ada tiga orang yang dipekerjakan oleh pelaku," ujar Manurung. 

    Polisi yang mendapat laporan pencurian itu dari pemilik rumah segera melakukan penyelidikan menangkap lima orang pada pertengahan Maret. Dengan adanya penangkapan terhadap Ari, jumlah pelaku untuk kasus ini mencapai enam orang.

    M JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.