Isu Terorisme Menyasar FPI, Munarman: Kita Diskusi Saja, Jangan Main Kasar

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Umum FPI Munarman saat ditemui di kantor Dewan Pimpinan Pusat FPI, Petamburan, Jakarta Barat, pada Senin, 11 November 2019. Tempo/Adam Prireza

    Sekretaris Umum FPI Munarman saat ditemui di kantor Dewan Pimpinan Pusat FPI, Petamburan, Jakarta Barat, pada Senin, 11 November 2019. Tempo/Adam Prireza

    Jakarta - Kuasa Hukum eks Pimpinan FPI Rizieq Shihab, Munarman, menduga banyaknya tuduhan dan isu terorisme  yang menyasar FPI akhir-akhir ini tak lepas dari persidangan kliennya di Pengadilan Negeri atau PN Jakarta Timur.

    Munarman menjelaskan pembacaan nota keberatan atas dakwaan atau eksepsi yang dibacakan Rizieq telah membuat gerah beberapa pihak.  

    Munarman pun menyarankan kepada pihak-pihak yang tersinggung atas eksepsi Rizieq untuk menyampaikannya langsung, bukan dengan menyasar isu terorisme kepada kliennya dan FPI. 

    "Kalau marah dengan eksepsi HRS (Rizieq Shihab) kemarin, bilang saja. Itu kan hak dia di Pengadilan. Jadi ngomong saja, tidak ada hal yang tidak bisa diselesaikan," ujar Munarman kepada Tempo, Rabu, 7 April 2021. 

    Munarman mengatakan FPI saat ini sudah dibubarkan. Sehingga usaha mengait-ngaitkan organisasi itu dengan kelompok teroris dirasa Munarman percuma. 

    Baca juga : Pengamat Menilai Kontranarasi Pemerintah Soal Terorisme Tidak Efektif 

    "Saya punya solusi, kita diskusi secara terhormat, jangan main kasar, jangan main kayu, saya sudah paham," ujar Munarman. 

    Beberapa usaha mengaitkan FPI dengan terorisme, seperti penemuan paket misterius di Depok dengan tulisan "FPI Munarman". Tim Gegana Mabes Polri yang diterjunkan untuk meneliti barang tersebut mengonfirmasi paket itu adalah kaleng berisi magasin laras panjang dan beberapa butir peluru.

    Selain itu dalam penangkapan terduga teroris berinisal HH di Condet, polisi menemukan berbagai macam atribut FPI. Salah satunya adalah buku l berjudul "FPI Amar Ma'ruf Nahi Munkar". 

    Selain itu, selembar baju bewarna hijau dan putih dengan tulisan Laskar Pembela Islam juga turut dihadirkan. Terakhir, Tempo juga melihat dua buah kartu tanda identitas keikutsertaan di organisasi FPI dengan nama pemilik Husein Hasny. Beberapa keping VCD hingga poster eks Pimpinan FPI Rizieq Shihab juga disita sebagai barang bukti oleh polisi. 

    Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mohammad Fadil Imran menyatakan seluruh barang bukti itu saat ini masih dalam pemeriksaan tim Densus 88 untuk melihat keterkaitan antara FPI dengan kelompok pelaku terorisme itu. "Iya termasuk itu (penemuan atribut FPI), jika ada keterkaitan itu kan sebagai temuan awal, sedang diadalami oleh Densus 88," ujar Fadil. 

    M JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.