Polisi Tetapkan 5 Tersangka Pencatutan Nama Mendikbud Nadiem Makarim

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menyampaikan pemaparannya dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 18 Maret 2022. Rapat tersebut membahas persiapan pembukaan pembelajaran tatap muka sekolah di bulan Juli 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menyampaikan pemaparannya dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 18 Maret 2022. Rapat tersebut membahas persiapan pembukaan pembelajaran tatap muka sekolah di bulan Juli 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan lima tersangka terjaring kasus pencatutan nama Mendikbud - Ristek Nadiem Makarim dalam pemalsuan surat keputusan.

    Para tersangka dari STIH Painan dan STIE Kediri sedang mengurus peralihan hak pengelolaan aset.

    "Mereka mengatur perubahan aset dari STIE Kediri ke STIH Painan, Tangerang Banten," ujar Yusri saat dikonfirmasi pada Sabtu, 1 Mei 2021.

    Yusri menjelaskan bahwa para tersangka memuluskan rencana perpindahan aset itu. STIE Kediri menyetorkan uang Rp 1,3 miliar secara bertahap ke STIH Painan. STIH Painan dan STIE Kediri juga memalsukan surat keputusan Kemendikbud - Ristek Nadiem Makarim.

    "Pemalsuan SK Kemendikbud - Ristek untuk meloloskan status sebagai kampus hukum, lalu (program) doktoral semua dipalsukan." 

    Kasus pemalsuan SK dan pencatutan nama Nadiem dilaporkan Biro Hukum Kemendikbud - Ristek pada 17 Februari 2021. Kasus ini ditangani Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

    Para tersangka pencatutan nama Mendikbud - Ristek Nadiem Makarim dijerat dengan Pasal 263 KUHP Ayat 1 dan 2 atau Pasal 93 Juncto Pasal 60 Ayat 2 UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

    BacaPutri Zulkifli Hasan Minta Nadiem Makarim Mundur dari Jabatan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.