Polisi Tutup Akses ke Mal BTM Bogor karena Pengunjung Membeludak

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas gabungan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan mobil dan motor saat berlakunya Ganjil Genap Bogor akhir pekan, di Simpang Yasmin, Kota Bogor, Sabtu, 6 Februari 2021. Pada hari ini, kendaraan berplat ganjil dilarang melewati titik pemeriksaan. TEMPO/Nurdiansah

    Petugas gabungan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan mobil dan motor saat berlakunya Ganjil Genap Bogor akhir pekan, di Simpang Yasmin, Kota Bogor, Sabtu, 6 Februari 2021. Pada hari ini, kendaraan berplat ganjil dilarang melewati titik pemeriksaan. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Bogor – Polres Kota Bogor menutup sementara akses masuk ke pusat perbelanjaan Bogor Trade Mall atau Mal BTM karena pengunjung membeludak pada Ahad, 2 April 2021. Kapolresta Bogor Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condro mengatakan penutupan akses ke mal di jalan simpang Empang tersebut bersifat sementara. 

    Pada hari Ahad kemarin, polisi melakukan penyekatan dan penutupan akses ke mal tersebut untuk mengatur jumlah pengunjung di dalam mall tersebut.

    “Ini menunjukkan masih tingginya mobilitas warga jelang berbuka sehingga menimbulkan kerumunan,” kata Susatyo di Mal BTM, Ahad 2 Mei 2021.

    Menurut Susatyo, keramaian pengunjung di pusat perbelanjaan dan pusat kuliner di jalur Sistem Satu Arah atau SSA Kota Bogor itu berdampak pada arus lalu lintas.

    Pada Ahad kemarin, terdapat ribuan kendaraan yang terjaring penyekatan oleh petugas gabungan. Polisi melakukan penyekatan di beberapa titik. “Hari ini kita mencatat ada 3.076 kendaraan yang di putar balik,” kata Susatyo.

    Dengan pemberlakuan sistem ganjil genap di pusat kota, masyarakat diharapkan bisa menikmati pusat perbelanjaan dan pusat kuliner yang ada di masing-masing kecamatan. “Sebenarnya kalau warga menikmati di masing-masing kecamatannya, di pusat kota tidak akan sepadat ini,” kata Susatyo.

    Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, mobilitas warga yang datang ke pusat Kota masih tinggi. Meski sistem penyekatan dan ganjil genap diberlakukan, masih banyak warga nekat menerobos. 

    Bima Arya mengatakan penyekatan dan ganjil genap Bogor ini merupakan persiapan menjelang penerapan larangan mudik pada 6-17 Mei mendatang. “Ini adalah prakondisi mengarah ke sana, saya mengimbau warga untuk mengurangi mobilitasnya, karena salah satu sebab naiknya persentase Covid-19 itu karena tingginya mobilitas,” kata Bima Arya.

    M.A MURTADHO

    Baca juga: 2.227 Karyawan Toko dan Pedagang di Mal BTM Bogor Ikut Vaksinasi Covid-19


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi