Pulang dari Mudik Warga di Tangerang Tak Boleh Langsung Masuk Rumah, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan rapid tes antigen Covid-19 di Pos Penyekatan Raya Parung Ciputat, selama Operasi Ketupat, Selasa 18 Mei 2021. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkapkan Operasi Ketupat dalam penanganan Covid-19 di masa libur Lebaran diperpanjang hingga 24 Mei 2021 mendatang. Sebanyak 14 titik penyekatan tersebar di Jabodetabek dilakukan sebagai upaya untuk mencegah potensi klaster baru dari arus balik libur lebaran. Pemudik yang tidak membawa keterangan bebas Covid-19 akan menjalani swab test antigen di titik penyekatan tersebut. TEMPO/Nurdiansah

    Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan rapid tes antigen Covid-19 di Pos Penyekatan Raya Parung Ciputat, selama Operasi Ketupat, Selasa 18 Mei 2021. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkapkan Operasi Ketupat dalam penanganan Covid-19 di masa libur Lebaran diperpanjang hingga 24 Mei 2021 mendatang. Sebanyak 14 titik penyekatan tersebar di Jabodetabek dilakukan sebagai upaya untuk mencegah potensi klaster baru dari arus balik libur lebaran. Pemudik yang tidak membawa keterangan bebas Covid-19 akan menjalani swab test antigen di titik penyekatan tersebut. TEMPO/Nurdiansah

    Tangerang- Dalam mencegah penularan Covid-19, warga yang baru tiba dari mudik langsung dilakukan proses swab antigen di kelurahan Bojong Nangka, kecamatan Kelapa Dua, Tangerang.

    "Ini ada satu keluarga yang terdiri dari lima orang baru sampai dari Solo, Jawa Tengah, mereka langsung kita swab antigen untuk mengetahui apakah tertular Covid-19 atau tidak," kata ketua RW 015 Tato Supriyanto, Selasa 18 Mei 2021.

    Dengan dilakukannya swab antigen bagi warga yang telah mudik, kata Tato, akan meminimalisir penularan Covid-19 di wilayahnya.

    "Memang warga disini ada yang pulang sebelum adanya larangan mudik, tetapi kami juga siaga akan warga yang tiba dari kampung halamannya, sebelum masuk rumah kita arahkan ke lapangan untuk swab," ujarnya.

    Menurut Tato, ada 75 orang warga RW 015 yang melakukan perjalanan mudik, ada yang ke Solo, Yogyakarta, Brebes, Pandeglang, Pekalongan dan beberapa kota di Jawa Tengah lainnya.

    "Mudiknya ada yang pakai mobil pribadi, ada juga yang naik kendaraan umum seperti bus, dari 75 orang yang mudik, baru lima orang yang pulang. Nanti dengan warga yang lain juga sama, sebelum masuk rumah akan kita swab antigen," ungkapnya.

    Sementara Vera (52) warga Bojong Nangka yang baru datang dari Solo mengatakan bahwa ia terpaksa mudik karena harus melayat ibu mertuanya.

    "Sebenarnya saya tidak mau mudik, karena ibu mertua saya meninggal jadi saya harus berangkt ke Solo, sebelum berangkat saya sudah swab dan lapor ke RT dan RW, saya juga minta surat izin keluar masuk," imbuhnya.

    Vera juga mengatakan bahwa dengan adanya swab antigen sebelum masuk ke rumahnya ini diharapkan efektif bagi warga yang baru tiba dari mudik kampung halaman.

    Baca juga : Larangan Mudik Berakhir, 8 Ribu Penumpang Berangkat dari Stasiun Pasar Senen 

    MUHAMMAD KURNIANTO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi