Tempat Wisata di Lebak Dibuka Kembali, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan berrmain air di  pantai pasir putih Ciantir, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu 3 Juli 2019. Pantai Ciantir menjadi salah satu daya tarik wisata andalan di Banten yang bakal dikelola infrastrukturnya secara profesional oleh pemerintah daerah setempat. TEMPO/Prima Mulia

    Wisatawan berrmain air di pantai pasir putih Ciantir, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu 3 Juli 2019. Pantai Ciantir menjadi salah satu daya tarik wisata andalan di Banten yang bakal dikelola infrastrukturnya secara profesional oleh pemerintah daerah setempat. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Lebak -Pemerintah Kabupaten Lebak kembali membuka tempat wisata yang sempat ditutup karena adanya kebijakan Gubernur Banten,terkait pengendalian pandemi Covid-19.

    "Kebijakan penutupan itu, namun akhirnya kini Wahidin Halim kembali membuka lokasi wisata di Banten khususnya di zona kuning," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak, Imam Rahmayadin di Lebak, Selasa, 25 Mei 2021

    Selama ini, Kabupaten Lebak masuk zona kuning dengan tingkat penyebaran Covid-19 cukup rendah, sehingga dibuka kembali tempat wisata tersebut.

    Pembukaan lokasi wisata tetap wisatawan harus mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan guna mencegah pandemi Covid-19 berlarut.

    Selain itu, pengelola wisata wajib melakukan pemeriksaan suhu tubuh hingga menyediakan sarana sanitizer untuk mencuci tangan juga dilarang terjadi kerumunan.

    Apabila pengelola wisata melakukan pelanggaran maka bisa dikenakan sanksi denda sebesar Rp 5 juta.

    "Kami ketat menerapkan protokol kesehatan, meskipun destinasi lokasi wisata dibuka kembali," katanya menjelaskan.

    Lokasi wisata di Kabupaten Lebak bisa dikunjungi wisatawan untuk menikmati panorama alam, di antaranya destinasi wisata pesisir pantai dan wisata budaya masyarakat Badui.

    Selain itu juga pengunjung dapat menikmati panorama alam dengan tempat wisata di Atas Awan Gunung Luhur dan wisata religius.

    Pembukaan kawasan destinasi wisata, kata dia, diharapkan dapat memulihkan perekonomian masyarakat setempat juga mampu meningkatkan daya beli warga.

    "Kami yakin perguliran ekonomi cukup besar jika lokasi wisata itu dibuka," katanya menjelaskan.

    Sementara itu, Asep Komar seorang pengelola wisata buatan mengatakan pihaknya merasa lega setelah pemerintah kembali membuka destinasi wisata,sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat setempat.

    Sebab, banyak warga di sini mengais rejeki dari wisatawan dengan menjual aneka makanan.

    "Kita menjamin pengunjung yang datang ke tempat wisata sini aman dan tidak terpapar Covid-19, sehingga dilakukan pemeriksaan suhu tubuh, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak dan tidak berkerumun," kata Asep.

    Baca juga : Akhir Pekan Ini Ancol Cetat Jumlah Pengunjung 6.800, di Bawah Kuota Maksimal
    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.