Klaster Covid-19 Keluarga di DKI Hampir 1.000, Epidemiolog: Warga Harus Gerak

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Epidemiolog Pandu Riono. fkm.ui.ac.id

    Epidemiolog Pandu Riono. fkm.ui.ac.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono, mengingatkan klaster Covid-19 keluarga di DKI Jakarta semakin besar.

    Dia menyebut masyarakat harus bergerak untuk menekan penularan virus corona di lingkup keluarga ini.

    "Semua gerakan masyarakat yang menyangkut keluarga, apakah PKK (pemberdayaan kesejahteraan keluarga), Dharma Wanita, atau apa untuk lebih diperkuat," kata dia saat dihubungi, Sabtu, 12 Juni 2021.

    Pandu menanggapi kasus Covid-19 di Ibu Kota yang mulai melonjak tiga hari belakangan ini. Pada 9 Juni ada penambahan 1.371 kasus. Kemudian naik 2.096 kasus di 10 Juni dan 2.293 kasus pada 11 Juni.

    ADVERTISEMENT

    Dinas Kesehatan DKI mengidentifikasi terdapat 2.008 kasus positif dari 988 keluarga sepanjang 21 Mei-10 Juni 2021.

    Dia menilai perempuan juga harus ikut bergerak untuk meminimalisasi penularan Covid-19 di keluarga. Sebab, tutur dia, perempuan lebih cerewet.

    "Perempuan harus bergerak, perempuan cerewet, lebih patuh, lebih melindungi juga supaya kita bisa melindungi kita sendiri," ucap epidemiolog ini.

    "Kita tidak bisa mengandalkan lagi gerakan-gerakan laki-laki," demikian Pandu ihwal perkembangan klaster Covid-19 keluarga di Jakarta.

    Baca juga : DKI Temukan 800 Klaster Covid-19 Selama Libur Lebaran

    #cucitangan
    #jagajarak
    #pakaimasker


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.