Lonjakan Kasus Covid-19 di DKI, Dinas Kesehatan Klaim Punya Skenario Antisipasi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pasien Covid-19 bersiap berangkat menuju RS Wisma Atlet di Jakarta, Kamis, 10 Juni 2021.  Keterisian tempat tidur di Wisma Atlet sudah mencapai 75,19 persen, hingga disebut telah mendekati lampu merah. Edy Susanto/SOPA Images/Sipa USA

    Sejumlah pasien Covid-19 bersiap berangkat menuju RS Wisma Atlet di Jakarta, Kamis, 10 Juni 2021. Keterisian tempat tidur di Wisma Atlet sudah mencapai 75,19 persen, hingga disebut telah mendekati lampu merah. Edy Susanto/SOPA Images/Sipa USA

    JAKARTA- Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Lies Dwi Oktavia mengatakan pihaknya telah memiliki tiga skenario untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 khususnya bagi pasien yang tidak bergejala.

    Skenario Dinas Kesehatan tersebut berkaitan dengan berapa banyak tempat isolasi terkendali yang harus dibuka saat penambahan harian kasus Covid-19 menyentuh angka tertentu.  

    Meski begitu, Lies tak menjelaskan secara rinci berapa besaran penambahan kasus harian yang menjadi acuan mereka untuk membuka tempat isolasi mandiri terkendali tersebut.

    Ia hanya mengatakan bahwa Pemprov DKI telah menyiapkan tempat isolasi mandiri selain di rumah sakit untuk pasien tanpa gejala.  

    ADVERTISEMENT

     “Pada kasus meningkat sekian ribu, akaa yang dibuka tempat untuk isolasi terkendali adalah a, b, dan c. Pada kasus meningkat lagi, dibuka d, e , dan f,” tutur dia dalam diskusi virtual pada Ahad, 13 Juni 2021. “Yang memang perlu perawatan maka dilakuan di rumah sakit. 

    Seperti diketahui sebelumnya, selama beberapa hari terakhir penambahan kasus Covid-19 harian di Ibu Kota menyentuh angka di atas dua ribu.

    Kemarin, Sabtu, 12 Juni 2021, Dinas Kesehatan mencatat ada 2.455 kasus positif baru. Sedangkan pada 11 Juni 2021 terjadi penambahan 2.293 kasus dan 2.096 kasus pada 10 Juni 2021. 

    Lies menyebut meski DKI Jakarta memiliki cukup banyak rumah sakit, bahkan 13 di antaranya khusus untuk menangani Covid-19, kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU pasti terbatas. Ia mengatakan perlu tersedia juga kapasitas untuk melayani pasien dengan penyakit lain.

    “Tidak mungkin semua kita dedikasikan untuk kasus Covid-19. Karena kalau sampai begitu pasti berarti menelantarkan pasien yang lain,” ucap dia. 

    Baca juga : Kronologi 16 Tenaga Kesehatan Puskesmas Cibinong Cianjur Positif Covid-19
    #Jagajarak
    #Pakaimasker
    #Cucitangan 

    ADAM PRIREZA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.