Darurat, Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 di DKI Terisi 84 Persen

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana RSDC Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Rabu, 16 Juni 2021. Berdasarkan data perkembangan terakhir per 13 Juni 2021, total 29 kabupaten/kota masuk zona merah. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Suasana RSDC Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Rabu, 16 Juni 2021. Berdasarkan data perkembangan terakhir per 13 Juni 2021, total 29 kabupaten/kota masuk zona merah. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia mengutarakan tempat tidur isolasi pasien Covid-19 telah terisi 84 persen.

    Total tersedia 8.524 tempat tidur isolasi di 139 rumah sakit yang merawat pasien Covid-19.

    "Sebanyak 8.524 tempat tidur isolasi yang saat ini terisi 84 persen," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 17 Juni 2021.

    Keterisian tempat tidur ICU juga naik. Dia berujar, dari 1.186 unit yang ada kini terisi 74 persen.

    ADVERTISEMENT

    Pemprov DKI, Dwi mengatakan, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat soal penyediaan fasilitas isolasi mandiri terkendali.

    "Seperti penggunaan GOR dan rusun (rumah susun)," ucap dia.

    Kasus Covid-19 di Ibu Kota melonjak sejak 9 Juni 2021. Penyebabnya karena libur Lebaran 2021. Pasien Covid-19 terus bertambah di kisaran 1-2 ribu orang setiap harinya.

    Namun, kemarin berbeda. Pasien Covid-19 baru yang terinfeksi virus corona kemarin menembus angka 4.144 orang. Angka ini merupakan yang tertinggi kedua selama wabah Covid-19 di Jakarta. Penambahan tertinggi terjadi pada 7 Februari 2021 sebanyak 4.213 kasus.

    Baca juga : Kasus Covid-19 Meroket, DKI Temukan 1.172 Klaster Mudik

    #Cucitangan, #Pakaimasker, #Jagajarak


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.