Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran Berkurang 63 Orang

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Rabu, 16 Juni 2021. Kasus positif Covid-19 bertambah 9.944, per hari ini. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Foto udara Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Rabu, 16 Juni 2021. Kasus positif Covid-19 bertambah 9.944, per hari ini. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran Jakarta hari ini berkurang 63 orang. Kepala Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian mengatakan pasien rawat inap yang semula 6.191 orang kini menjadi 6.128 orang.

    "Jumlah pasien rawat inap 6.128 orang, 3.222 pria dan 2.906 wanita," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 17 Juli 2021.

    Pemerintah mengoperasikan empat menara Wisma Atlet Kemayoran sebagai lokasi isolasi pasien Covid-19, Empat menara itu adalah Tower 4-7.

    Tower 8 Wisma Atlet Pademangan sebelumnya sempat difungsikan untuk mengisolasi pasien Covid-19. Dari data pasien di Wisma Altet hari ini tidak ada data soal pasien isolasi di Tower 8.

    Menurut Aris, total pasien yang terdaftar di Wisma Atlet sejak 23 Maret 2020 hingga hari ini pukul 08.00 WIB mencapai 117.522. Sebanyak 111.394 pasien sudah keluar, karena dirujuk ke rumah sakit lain, sembuh, dan meninggal.

    "Dengan rincian pasien dirujuk ke rumah sakit lain 949 orang, pasien sembuh 110.016 orang, dan meninggal 429 orang," kata dia.

    Lonjakan jumlah pasien Covid-19 Jakarta terjadi sejak akhir Mei 2021. Hingga kini, penambahan kasus di atas 10 ribu per hari. Persentase keterisian tempat tidur isolasi dan ICU Jakarta pun sudah di atas 90 persen.

    Baca: 53 Persen Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran Tak Tahu Tertular dari Siapa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.