Dipanggil Jokowi ke Istana Bogor, Bima Arya: Soal Pasien Isolasi Mandiri

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dalam acara Simposium Digitalisasi Aksara Sunda yang digelar secara virtual di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Senin, 7 Juni 2021. Kredit: PANDI

    Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dalam acara Simposium Digitalisasi Aksara Sunda yang digelar secara virtual di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Senin, 7 Juni 2021. Kredit: PANDI

    TEMPO.CO, Bogor - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memanggil Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto ke Istana Bogor pada Rabu, 21 Juli 2021. Pada kesempatan itu, Bima mengatakan ia menyampaikan beberapa hal kepada Presiden Jokowi tentang penanganan Covid-19 di Kota Bogor.

    Menurut Bima Arya, ia menyampaikan perkembangan dari hulu hingga hilir tentang pentingnya fokus pada warga yang tengah isolasi mandiri.

    "Saya sampaikan 85 persen warga isolasi mandiri di Kota Bogor yang meninggal belum divaksin. Jadi ini mengonfirmasi vaksin Sinovac itu efektif," kata Bima Arya di Bogor, Kamis, 22 Juli 2021.

    Kepada Jokowi, Bima mengatakan bahwa di Bogor telah dibentuk relawan yang khusus memantau warga Kota Hujan yang tengah isolasi mandiri. Ia menambahkan bahwa Pemkot Bogor kini sedang melakukan penguatan bantuan logistik untuk keluarga yang terpapar Covid-19 dan sedang isolasi mandiri.

    ADVERTISEMENT

    "Presiden mendukung itu karena ini sejalan dengan arah Satgas Pusat yang fokus betul ke warga duafa yang terpapar secara ekonomi," kata Bima.

    Dalam pertemuan itu, Bima Arya juga memberi masukan kepada Jokowi tentang ketersediaan oksigen medis, nakes dan obat-obatan. "Saya lihat Pak Presiden memiliki rencana untuk percepatan oksigen, karena sangat vital, " kata dia.

    Menurut Bima, pemerintah pusat akan menyelesaikan masalah oksigen ini, sehingga tak perlu tegang dan khawatir setiap hari. Seperti diketahui, meroketnya kasus Covid-19 mengakibatkan kurangnya pasokan oksigen untuk medis.

    "Akan tetapi kami Pemkot Bogor pun telah bekerjasama dengan Rektor IPB untuk memproduksi konsentrator yang dapat memproduksi 50 tabung oksigen per hari," kata dia.

    Pada kesempatan tersebut, Bima Arya juga melaporkan kepada Presiden Jokowi tentang penyaluran bantuan sosial tunai (BST) dari pemerintah pusat untuk 72.000 KK warga Kota Bogor. Angka itu merupakan yang terdaftar pada data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Ada pula bantuan untuk 77.500 KK warga Kota Bogor yang terdaftar pada Non-DTKS.

    Baca juga: 17 Titik Penyekatan PPKM Darurat di Kota Bogor, Bima Arya Minta Petugas Humanis

    M SIDIK PERMANA/ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.