Pelatihan Pemasaran Digital UMKM Ditingkatkan Selama Pandemi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com

    Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta memperbanyak pelatihan pemasaran dan literasi digital para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah atau UMKM yang tergabung dalam wadah pengembangan wirausaha Jakpreneur agar mampu bertahan selama pandemi COVID-19. “Banyak UMKM kualitasnya bagus namun kemasan kurang bagus. Ini dianggap sebelah mata masyarakat, ini tantangan kita,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah DKI Jakarta Andri Yansyah di Jakarta, Rabu, 28 Juli 2021.

    Pakar digital melatih pelaku usaha membuat foto dan video dalam memasarkan produknya misalnya melalui media sosial. “Pelatihan tentang pemasaran online, angle fotonya  seperti apa dan videonya seperti apa.”

    Dinas juga melatih pelaku UMKM mengenai literasi digital mencermati pesatnya transaksi belanja daring yang saat ini menjadi budaya saat pandemi COVID-19. “Untuk meningkatkan kecakapan digital kami banyak bekerja sama dengan ‘e-commerce’, ‘start up’ dan pakar digital untuk memberikan pelatihan kepada Jakpreneur binaan.”

    Pemerintah mencatat dari total sekitar 64,2 juta pelaku UMKM di Tanah Air, baru sekitar 13 persen atau sekitar 8,3 juta di antaranya yang memanfaatkan teknologi digital. Upaya UMKM perlu terus ditingkatkan apalagi di tengan pandemi COVID-19 yang memberi dampak signifikan kepada usaha mikro dan kecil.

    “Pandemi sangat memukul pelaku usaha mikro dan kecil. Ada dua tantangan terbesar saat ini yakni kualitas dan literasi digital.”

    Dengan kondisi persaingan pasar yang makin ketat itu, maka UMKM khususnya di DKI Jakarta dituntut untuk bersaing tak hanya dengan pelaku UMKM dalam negeri tapi juga secara global. “Mutu menjadi aspek yang perlu dikedepankan untuk dapat bertahan dan berkembang." UMKM harus memberikan yang terbaik mulai proses produksi, pengemasan dan pemasaran.

    Sebanyak 260 ribu pelaku UMKM di Ibu Kota ikut bergabung dalam program pengembangan kewirausahaan, Jakpreneur. Pelaku usaha yang bergabung dalam Jakpreneur itu tidak dipungut biaya dalam program pembinaan dan pengembangan usaha melalui program P7 yang meliputi pembinaan hingga bantuan pemasaran dan akses permodalan.

    Baca: 260 Ribu Pelaku Usaha Gabung dengan Jakpreneur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.