Pengurusan Izin Usaha Mikro dan Kecil Dipermudah

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi usaha mikro kecil menengah (UMKM).

    Ilustrasi usaha mikro kecil menengah (UMKM).

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta memberikan kemudahan mengurus izin usaha bagi pelaku usaha mikro kecil (UMK) terutama saat pembatasan mobilitas hingga penyesuaian PPKM. “Pelaku usaha mikro kecil terdampak pandemi. Kami harus memberikan kemudahan perizinan untuk membantu pelaku usaha,” kata Kepala Seksi Penyuluhan DPMPTSP DKI Jakarta Rinaldi dalam webinar Jakpreneur Perempuan di Jakarta, Senin, 26 Juli 2021.

    Menurut dia, izin usaha penting bagi pelaku UMK karena menjamin legalitas usaha dan mempermudah akses untuk pembiayaan di lembaga jasa keuangan. Usaha yang berizin akan lebih mudah ikut serta dalam tender, memperluas akses  pasar, memastikan kredibilitas usaha hingga berpeluang mengikuti promosi yang diadakan pemerintah.

    Pendaftaran melalui laman jakevo.jakarta.go.id dan oss.go.id untuk perizinan daring satu pintu.

    Layanan relaksasi berupa Antarjemput Izin Bermotor (AJIB) tidak dipungut biaya dengan mendatangi langsung pelaku  usaha.

    Sebelum memanfaatkan layanan AJIB itu, ia meminta pelaku UMK mendaftar terlebih dahulu melalui laman layanan.jakarta.go.id.

    Melalui layanan itu, petugas akan memasukkan surat permohonan langsung di lokasi pelaku UMK sehingga pelaku usaha tidak perlu membuat surat permohonan.

    Syarat lainnya, yakni pas foto yang juga bisa langsung difoto petugas di lokasi, KTP, bagi yang belum memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bisa dengan membuat surat pernyataan dan surat pernyataan bukti kepemilikan/sewa, surat rekomendasi dari lurah dan foto lokasi usaha.

    Masa berlaku izin UMK selama relaksasi itu selama lima tahun, namun jika tidak melengkapi rekomendasi dari lurah, izin dapat diterbitkan tapi lebih singkat yakni satu tahun.

    Berdasarkan survei industri mikro kecil di Jakarta pada 2019 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, jumlah pelaku usaha itu mencapai 62.929 unit atau meningkat dibandingkan 2018 mencapai 37.850 unit. Jenis usaha yang pelaku UMK itu adalah makanan sebesar 36 persen, pakaian jadi, hingga wisata kuliner. Dengan izin usaha yang dipermudah, jumlah UMK meningkat.

    Baca: DKI Akan Terbitkan 84 Ribu Izin Usaha Mikro Kecil Hingga Agustus


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.