Heboh Selebgram Dapat Vaksin Booster, Wagub DKI: Kami Akan Cek

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria usai rapat paripurna di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Juli 2021. TEMPO/Lani Diana

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria usai rapat paripurna di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Juli 2021. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur atau Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta kepada para influencer di media sosial untuk tak melakukan kegiatan offline maupun online yang dapat mengganggu perasaan para tenaga kesehatan.

    Pernyataetanan Riza Patria ini menanggapi media sosial yang dihebohkan dengan kabar influencer mendapat vaksin booster atau dosis ketiga. "Kami akan cek kebenaran informasi bahwa ada influencer yang dapat vaksin ketiga," ujar Riza Patria seperti dikutip dari Instagram resminya @arizapatria pada Jumat, 30 Juli 2021.

    Ia mengatakan bahwa vaksin dosis ketiga atau booster hanya dapat diprioritaskan untuk tenaga kesehatan.

    Pada Rabu, 28 Juli 2021 lalu, viral di media sosial seorang selebgram yang menerima vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau booster, yakni vaksin Moderna. Hal ini menuai keresahan karena tingkat nakes yang menerima vaksin dosis ketiga baru mencapai 5 persen dari total 1,47 juta nakes.

    Sedangkan tingkat vaksinasi Indonesia masih tergolong rendah di dunia. Laporan Bloomberg pada Rabu, 28 Juli 2021 mengungkapkan tingkat vaksinasi Indonesia baru mencapai 11,9 persen. Hal ini berimbas pada tingkat ketahanan Indonesia terhadap Covid-19. Bloomberg mendudukan Indonesia di urutan ke-53 sebagai negara dengan ketahanan Covid-19 terburuk sedunia.

    “Sekali lagi, mari kita sukseskan program vaksinasi nasional,” kata Wagub DKI.

    Baca juga: Wagub DKI Sebut Vaksinasi Covid-19 Jadi Game Changer Ekonomi Negeri

    ZEFANYA APRILIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.