Wagub DKI: Kegiatan Warga Dibuka Pakai Syarat Vaksin Covid-19 Sangat Mungkin

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat memberikan keterangan pers di Polda Metro Jaya pada Rabu, 3 Februari 2021. Tempo/Adam Prireza

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat memberikan keterangan pers di Polda Metro Jaya pada Rabu, 3 Februari 2021. Tempo/Adam Prireza

    JAKARTA- Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria optimistis rencana menjadikan sertifikat vaksin Covid-19 sebagai syarat masyarakat berkegiatan dapat diterapkan.

    Hal itu, kata dia, melihat kemampuan Pemprov DKI Jakarta dalam memvaksinasi warga Ibu Kota.

    "Dengan kondisi saat ini sangat memungkinkan. Kami sudah mencapai 7,5 juta lebih (warga) di DKI yang sudah divaksin). Keberhasilan vaksin sudah tinggi di DKI," kata Wagub DKI Riza di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI, Jakarta Pusat, pada Senin, 2 Agustus 2021.

    Menurut Riza, Pemprov saat ini masih merumuskan hal tersebut. Diskusi dengan pemerintah pusat serta pakar, kata dia, intensif dilakukan. "Dalam waktu yang dekat akan disampaikan," ujar dia.

    Sebelumnya, Gubernur Anies Baswedan mengatakan mengisyaratkan untuk membuka seluruh kegiatan publik di DKI Jakarta, mulai dari sektor ekonomi, sosial, budaya, dan keagamaan. Bukti telah menerima vaksin Covid-19, kata Anies, menjadi syarat bagi masyarakat yang hendak berkegiatan.

    Menurut dia, tingginya kapasitas vaksinasi di Jakarta, yang kini sudah menyentuh angka, 5 juta penerima untuk dosis pertama, menjadi pertimbangan Pemerintah DKI.

    Menurut dia, pertimbangan pembukaan kegiatan masyarakat dengan syarat vaksin itu didasari riset ilmiah di bidang medis. Selain itu, kata Anies, kebijakan itu didukung dengan fakta lapangan bahwa vaksin mampu menurunkan risiko keparahan dan kematian akibat Covid-19.

    Dari 4,2 juta orang ber-KTP DKI Jakarta yang sudah divaksin minimal dosis pertama, hanya 2,3 persen yang tetap terinfeksi. "Angkanya kecil sekali,” kata Anies dalam keterangan tertulis yang Tempo kutip dari situs resmi ppid.jakarta.go.id pada Sabtu, 31 Juli 2021. Sebagian besar dari mereka yang terinfeksi ini, dari 2,3 persen itu, tidak bergejala atau bergejala ringan.

    Selain itu, kata Anies, dari 4,2 juta orang yang sudah divaksin, sebanyak 0,013 persen yang meninggal sesudah terpapar Covid-19 atau sekitar 13 kasus per 100 ribu penduduk. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyebut tingkat kematian kasusnya menurun sampai kurang dari 1/3 untuk yang sudah disuntik vaksin Covid-19.

    Baca juga : PPKM Malam Ini Akan Diputuskan, Begini Suara Warga DKI Terbelah

    ADAM PRIREZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.