Begini Ade Yasin Minta Bantuan Anggota DPR Bangun Jalur Puncak II

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Bogor Ade Yasin saat menghadiri Lomba Kuliner Khas Bogor di Sekretariat GOW, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (2/6/2021). (ANTARA/HO-Pemkab Bogor)

    Bupati Bogor Ade Yasin saat menghadiri Lomba Kuliner Khas Bogor di Sekretariat GOW, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (2/6/2021). (ANTARA/HO-Pemkab Bogor)

    TEMPO.CO, Cibinong -Bupati Bogor Ade Yasin mengajak anggota DPR RI, Mulyadi meninjau lokasi calon Jalur Puncak II di Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    Sekaligus meminta bantuan dari APBN untuk pendanaan pembangunan jalur tersebut.

    "Ini adalah ikhtiar atau upaya kita merealisasikan Puncak II, dan Alhamdulillah hari ini juga hadir anggota DPR RI dari Komisi V. Mudah-mudahan terus menyemangati warga Kabupaten Bogor untuk mendapatkan fasilitas infrastruktur yang memadai dari pemerintah pusat," kata Ade Yasin saat meninjau Jalur Sukamakmur, yang selama ini menjadi jalan alternatif menuju Cipanas Cianjur, Sabtu, 25 September 2021

    Ia mengaku telah melakukan berbagai cara untuk pembangunan Jalur Puncak II yang juga disebut Poros Tengah Timur (PTT), mulai dari mengajukannya ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Tapi, usaha tersebut tak kunjung membuahkan hasil.

    Pemerintah Kabupaten Bogor terpaksa melangkah perlahan dengan melakukan pembebasan lahan hingga pembukaan jalur. Tahun lalu, Pemkab Bogor menggunakan anggaran daerah senilai Rp5 miliar untuk melakukan pembukaan sebagian jalur dengan menggandeng TNI.

    Ia menyebutkan, Pemkab Bogor tak sanggup untuk mendanai pekerjaan fisik pembangunan jalan sepanjang 48,7 kilometer yang ditaksir membutuhkan biaya sekitar Rp5 triliun. Jalan tersebut menghubungkan Sentul Bogor dengan Istana Cipanas di Cianjur.

    Selanjutnya: Kalau secara nasional memang angka segitu kecil...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro - Kontra Syarat Tes PCR Covid-19 untuk Penerbangan Jawa - Bali

    Syarat terbaru naik transportasi udara antara lain wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR. Kebijakan ini dinilai menyulitkan tak hanya penumpang.