Puncak Padat, Ada Anggota DPRD DKI Diputar Balik karena Langgar Ganjil Genap

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepadatan kendaraan saat antre di jalur wisata Puncak, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 1 Juni 2021. Kepadatan kendaraan menuju kawasan wisata Puncak Bogor disebabkan oleh tingginya antusias warga memanfaatkan libur Hari Lahir Pancasila untuk berwisata. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    Kepadatan kendaraan saat antre di jalur wisata Puncak, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 1 Juni 2021. Kepadatan kendaraan menuju kawasan wisata Puncak Bogor disebabkan oleh tingginya antusias warga memanfaatkan libur Hari Lahir Pancasila untuk berwisata. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Bogor - Jalur menuju kawasan tempat wisata Puncak, Cisarua, Bogor terpantau padat akhir pekan ini.

    Banyaknya kendaraan yang masuk dan adanya pemeriksaan ganjil genap, menjadi salah satu penyebab kendaraan mengantri panjang.

    Kepadatan bukan hanya di tol Jagorawi, tapi di jalan Ciawi hingga di jalan tempat wisata area Puncak kepadatan kendaraan tidak terhindarkan.

    Kepala Unit Pengaturan Jalur dan Lalu Lintas Satlantas Polres Bogor, Inspektur dua Ardiansyah mengatakan saat ini pihaknya sedang memberlakukan aturan ganjil. Artinya kendaraan yang berplat nomor genap tidak bisa meneruskan perjalanan dan harus putar balik.

    "Hari ini kita berlakukan ganjil genap. Hanya kendaraan berplat ganjil yang boleh melintas. Kendaraan yang genap dan bukan termasuk yang dikecualikan, kita putar balik," ucap Ardian di sela mengatur lalu lintas di simpang Gadog, Ciawi, Bogor. Sabtu sore, 25 September 2021.

    Ardian menyebut meski sudah diterapkan aturan Gage, kendaraan menuju Puncak sangat banyak dan berdampak terjadinya kepadatan. Sehingga, Satlantas Polres Bogor melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan yang ada.

    "Pukul 12.30 tadi kita pantau kendaraan masuk Puncak sudah melebihi kapasitas 50 persen. Maka kita tutup di simpang Gadog, terus memberlakukan satu arah dari Megamendung ke Bawah. Lalu juga melakukan rekayasa dari Megamendung hingga ke Gunung Mas, ditarik satu arah ke atas agar terurai karena hambatan terjadi di pasar Cisarua," ucap Ardian.

    Dalam pemberlakuan sistem ganjil genap, polisi terus memberhentikan dan memutar balikan kendaraan tidak sesuai plat kendaraannya yang hendak menuju Puncak.

    Salah satu yang di putar balik, seorang wanita yang mengaku anggota DPRD DKI Jakarta.

    Saat terjaring, anggota Dewan yang keluar dan menunjukan KTA nya beralasan bahwa dirinya sedang menuju ke salah satu hotel karena sedang ada acara di masa resesnya. Namun, saat petugas meminta bukti kegiatan acara sang wakil rakyat itu tidak mampu menunjukan dan lalu putar balik arah kembali.

    "Betul, dia hanya menunjukan KTA nya. Kami juga meminta bukti rundown acara, kalau memang betul ada, ya pasti kami kasih lewat. Tapi kan ini enggak, kita lihat juga di dalam mobil isinya keluarga. Ya kita putar balik," ucap Ardian menegaskan soal aturan ganjil genap kawasan Puncak tersebut.

    M.A MURTADHO
    Baca : Membedah Mangkraknya Jalur Puncak II: Terkendala Dana


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro - Kontra Syarat Tes PCR Covid-19 untuk Penerbangan Jawa - Bali

    Syarat terbaru naik transportasi udara antara lain wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR. Kebijakan ini dinilai menyulitkan tak hanya penumpang.