Ibu dan Anak Ditemukan Tewas di Dalam Rumah di Depok: Kondisi Mulut Berbusa

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mayat. AFP/CHARLES ONIANS

    Ilustrasi mayat. AFP/CHARLES ONIANS

    TEMPO.CO, Depok - Seorang ibu dan anak ditemukan tewas di dalam rumahnya di Perumahan Gema Pesona, Kecamatan Sukmajaya, Sabtu 25 September 2021.

    Kanit Reserse Kriminal Polsek Sukmajaya, Depok, Ajun Komisaris Harun Rosyid mengatakan, kejadiannya sekitar pukul 10.00 pagi. Korban yang diketahui berinisial NA (52) dan KW (29) ditemukan sudah tak bernyawa di dalam rumahnya.

    "Ditemukan sudah tergeletak di dalam rumah, mulut berbusa," kata Harun, Sabtu 25 September 2021.

    Harun mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh ibu dan anak tersebut.

    "Nggak ada tanda-tanda kekerasan tuh dari hasil pemeriksaan Tim Identifikasi," kata Harun.

    Sehingga, kata Harun, belum bisa dipastikan korban meninggal karena terbunuh.

    Lebih jauh, Harun mengatakan, penemuan jasad kedua korban itu bermula dari laporan pihak keluarga.

    "Awalnya salah seorang anggota keluarganya mengetuk pintu rumah tidak ada jawaban," kata Harun.

    Setelah dipastikan rumah dalam keadaan tidak terkunci, Harun mengatakan, anggota keluarga tersebut masuk dan mengecek.

    "Setelah dicek kedalam rumah, di temukan korban NA sudah tergeletak di lantai ruang tamu dan anaknya KW di temukan tergeletak di dalam kamar dengan posisi terlentang," kata Harun.

    Peristiwa itu kemuduan dilaporkan ke pihak sekuriti komplek dan selanjutnya diteruskan ke Polsek Sukmajaya. Jasad korban tewas itu lantas dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk divisum guna memastikan penyebab kematian korban.

    ADE RIDWAN YANDWIPUTRA
    Baca juga : Polsek Jatinegara Periksa Saksi Kunci di Kasus Bunuh Diri Live TikTok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro - Kontra Syarat Tes PCR Covid-19 untuk Penerbangan Jawa - Bali

    Syarat terbaru naik transportasi udara antara lain wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR. Kebijakan ini dinilai menyulitkan tak hanya penumpang.