Kota Tangerang Tes Antigen 200 Siswa SMP, Negatif Kasus COVID-19

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tes usap atau swab antigen Covid-19. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Ilustrasi tes usap atau swab antigen Covid-19. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Tangerang- Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah mengatakan hasil tes cepat antigen tahap 3 yang dilakukan terhadap lima sekolah tingkat SMP dengan 200 sampel siswa tidak ada kasus terkonfirmasi positif COVID-19. "Hari ini kami memantau dan terus melanjutkan surveilans," kata Wali Kota Arief R Wismansyah di Puspemkot Tangerang, Selasa, 12 Oktober 2021.

    Survei tahap 3 dilaksanakan mulai 11-16 Oktober 2021 dengan sasaran 48 sekolah tingkat SMP yang melaksanakan sekolah tatap muka.

    Hal ini dilakukan sebagai upaya mitigasi dini dalam menekan penyebaran COVID-19 di tingkat sekolah yang melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka. Oleh karena itu para orang tua diharapkan dapat mendukung pelaksanaan sekolah tatap muka dan mengingatkan siswa untuk selalu menerapkan protokol kesehatan sejak dari rumah.

    "Tetap jaga protokol kesehatannya, menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan tentunya mau di vaksin." Hal ini untuk memastikan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka di masa pandemi COVID-19 berjalan dengan lancar dan aman.

    Wali Kota menjelaskan dengan mengikuti vaksinasi merupakan upaya bersama dalam rangka membentuk herd imunity atau kekebalan komunal. "Kami mengajak masyarakat yang belum vaksinasi untuk mendatangi gerai-gerai vaksin yang tersedia baik yang diselenggarakan Pemkot, maupun TNI dan Polri."

    Upaya mitigasi lain dalam mencegah adanya kluster di sekolah yang dilaksanakan Pemerintah Kota Tangerang adalah dengan membuat Satgas Setiap Kelas untuk memastikan protokol kesehatan diterapkan.

    #cucitangan #jagajarak #pakaimasker

    Baca: PTM di Tangerang, Dinkes: Ada 69 Warga Sekolah Terpapar Covid-19

     



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.