Kasus Covid-19 Jakarta Naik 83, Tidak Ada Tambahan Pasien Meninggal

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Seorang pria yang mengenakan masker berjalan melewati ilustrasi virus di luar pusat sains regional di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Oldham, Inggris, 3 Agustus 2020. [REUTERS/Phil Noble]

    Seorang pria yang mengenakan masker berjalan melewati ilustrasi virus di luar pusat sains regional di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Oldham, Inggris, 3 Agustus 2020. [REUTERS/Phil Noble]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta mencatat penambahan kasus Covid-19 hari ini sebanyak 83. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia menyampaikan jumlah itu diperoleh setelah dilakukan tes swab PCR terhadap 22.295 spesimen.

    "Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.511 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 83 positif dan 20.428 negatif," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 22 Oktober 2021.

    Menurut Dwi, hari ini pemerintah DKI juga melakukan tes antigen terhadap 25.248 orang. Hasilnya 14 positif dan 25.234 negatif.

    Dwi melanjutkan, kasus aktif hari ini turun 38. Dengan begitu, total pasien yang masih dirawat atau menjalani isolasi sebanyak 1.196 orang.

    Kasus Covid-19 Jakarta secara total kini mencapai 860.633. Pasien yang dinyatakan telah sembuh mencapai 845.884 orang dan meninggal 13.553 orang. Dari catatan Tempo, hari ini tidak ada tambahan pasien yang meninggal.

    Pemerintah DKI mencatat persentase kesembuhan 98,3 persen dan kematian 1,6 persen.

    Dwi melanjutkan persentase pasien positif atau positivity rate Covid-19 Jakarta dalam sepekan terakhir tembus 0,6 persen. "Sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 12,9 persen," ujar dia.

    World Health Organization (WHO) menetapkan standar agar positivity rate tak lebih dari lima persen.

    Sebelumnya, Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ngabila Salama mengatakan, ada lima faktor yang bisa membuat penularan Covid-19 kembali tinggi. Dia mewanti-wanti potensi gelombang ketiga, khususnya menjelang tahun baru.

    "Menjelang libur akhir tahun biasanya kasus meningkat," kata dia dalam paparannya yang diunggah akun Youtube PKC Cilincing, dikutip Tempo hari ini, Jumat, 22 Oktober 2021.

    Salah satu faktornya adalah varian virus baru yang bermutasi. Ngabila mencontohkan virus corona varian delta yang lebih mudah menular, mematikan, bahkan menyerang anak-anak. Virus ini bermutasi hingga 24 jenis.

    "Adanya varian mutasi virus yang berbahaya, seperti Delta dan anak-anaknya sekarang sudah ada 24 jenis," jelas dia.

    Baca juga: DKI Wanti-wanti Gelombang 3 Penularan Covid-19 Menjelang Tahun Baru


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.