Warga Ciawi Bogor Sebut Bendungan Ciawi-Sukamahi Bikin Air Sungai Keruh

Suasana aktivitas pembangunan Bendungan Ciawi dan Sukamahi di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, 3 September 2021. Pembangunan bendungan dry dam atau kering di Ciawi dan Sukamahi merupakan yang pertama di Indonesia dan khusus dibangun untuk mengendalikan banjir ibu kota DKI Jakarta dari hulu hingga hilir. Kedua bendungan ini akan terisi saat musim hujan dan akan mereduksi aliran air dari hulu ke hilir sehingga bisa mengurangi banjir di kawasan Jabodetabek. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Warga beberapa desa di Kecamatan Ciawi dan Megamendung, Kabupaten Bogor mengeluhkan air sungai kotor dan keruh. Bahkan, ikan milik mereka yang ditambak di aliran sungai Ciliwung itu banyak yang mati saking keruhnya air.

Mereka menyebut, keruh dan kotornya air adalah dampak dari pembangunan proyek strategis nasional atau PSN Bendungan Ciawi -Sukamahi, Kabupaten Bogor. 

Tokoh Masyarakat Kampung Pasir Kalong, Desa Sukakarya, Bunyamin mengatakan, dampak pembangunan Bendung Ciawi-Sukamahi, sungai Cisukabirus menjadi kotor dan keruh dan mereka pun tidak dapat menggunakan air kali. Padahal, menurut Bunyamin, keseharian aliran sungai sering dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, cuci dan kakus. 

"Selain untuk kebutuhan sehari-hari, aliran sungai juga dimanfaatkan oleh warga untuk penambakan ikan. Saat ini banyak warga yang melaporkan ikannya banyak yang mati. Pertanyaannya, warga merugi seperti itu siapa yang mau tanggung jawab?" kata Bunyamin kepada Tempo, Jumat, 8 April 2022.

Terlebih saat ini, Bunyamin mengatakan pihak kontraktor PSN Bendungan Sukamahi juga sudah membuat sumur bor dengan sangat dalam. Bunyamin menyebut, dengan pengeboran maka dampak kekeringan berkepanjangan kepada warga tidak akan terelakan.

Warga di sekitar Bendungan mengaku kecewa terhadap PSN besutan Presiden Jokowi untuk pengendalian banjir Jakarta itu. 

"Bendungan itu dijanjikan untuk ini dan itu, khususnya pengendali banjir. Tapi, tidak memperhatikan ekologi dan keberlangsungan kehidupan warga di sekitar sini. Para kontraktor itu seenaknya aja buat keruh dan sumur bor, ke depan selesai proyek mereka pulang dan tinggal kami menghadapi kekeringan," kata Bunyamin. 

Keluhan masyarakat ini pun di dengar oleh Camat Megamendung, Acep Sajidin dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI Mulyadi. Baik Acep atau Mulyadi, keduanya mengatakan akan melakukan pengecekan terlebih dulu dan jika betul banyak dampak negatif bagi rakyat mereka akan menegur kontraktor dan akan membawanya ke rapat dengan Ditjen SDA Kementerian PUPR. 

Perwakilan PT. Wijaya Karya selaku kontraktor Bendung Sukamahi Ganar, mengatakan pihaknya sudah menindaklanjuti aduan masyarakat terhadap keruhnya air kali. Ganar juga menyebut, untuk keluhan warga dengan pembuatan sumur bor juga sebagian sudah ditindaklanjuti pihaknya. 

"Mungkin untuk pengaduan air keruh di aliran sungai Cisukabirus tersebut sudah kita tindak lanjuti dan untuk sumur BOR juga sebagian sudah kita tindaklanjuti," jawab Ganar dikonfirmasi Tempo melalui WhatsApp. 

Sementara pihak kontraktor bendung Ciawi, baik PPK atau bagian pelaksanaan proyek tidak menjawab konfirmasi Tempo. 

Bendung Ciawi-Sukamahi awalnya ditargetkan selesai pada akhir 2021. Namun hingga kini, bendungan untuk pengendalian banjir Jakarta itu belum rampung.

Baca juga: Realisasi Proyek Penanganan Banjir Jakarta Rata-rata di Bawah 10 Persen

M.A MURTADHO






Daftar 14 Lokasi Layanan Samsat Keliling di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi

6 jam lalu

Daftar 14 Lokasi Layanan Samsat Keliling di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi

Polda Metro Jaya menyiapkan Samsat Keliling untuk memfasilitasi masyarakat di 14 titik Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi.


Potensi Cuaca Ekstrem di Akhir Tahun, Pemprov DKI Kaji Penerapan WFH

10 jam lalu

Potensi Cuaca Ekstrem di Akhir Tahun, Pemprov DKI Kaji Penerapan WFH

Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono sedang mengkaji penerapan bekerja dari rumah atai work from home (WFH) mengantisipasi cuaca ekstrem


Waspada Bom Polsek Astanaanyar, Kapolres Bogor Ajak Warga Tingkatkan Keamanan dan Mitigasi Terorisme

22 jam lalu

Waspada Bom Polsek Astanaanyar, Kapolres Bogor Ajak Warga Tingkatkan Keamanan dan Mitigasi Terorisme

Pascabom Polsek Astanaanyar, masyarakat Kabupaten Bogor diminta meningkatkan deteksi dini terorisme.


BPBD DKI: Waspada Potensi Banjir Rob di 8 RT Jakarta Utara

1 hari lalu

BPBD DKI: Waspada Potensi Banjir Rob di 8 RT Jakarta Utara

BPBD DKI Jakarta meminta masyarakat untuk waspada akan potensi rob atau banjir pesisir di delapan lokasi di Jakarta Utara.


Kolam Olakan dan Pompa Jadi Andalan Penanggulangan Banjir di Jakarta Pusat

2 hari lalu

Kolam Olakan dan Pompa Jadi Andalan Penanggulangan Banjir di Jakarta Pusat

Upaya penanggulangan banjir di Jakarta Pusat diklaim berjalan efektif, karena angka genangan di wilayah tersebut berkurang.


Gengster Bersenjata Tajam Berulah di Pasar Rebo, Kapolsek: Mereka Hanya Lewat

2 hari lalu

Gengster Bersenjata Tajam Berulah di Pasar Rebo, Kapolsek: Mereka Hanya Lewat

Kepolisian mengantisipasi ulah gengster bersenjata tajam yang meresahkan warga di wilayah Pasar Rebo, Jakarta Timur.


Banjir Ancam Jakarta Hari Ini, Status Pintu Air Pasar Ikan Siaga 1

2 hari lalu

Banjir Ancam Jakarta Hari Ini, Status Pintu Air Pasar Ikan Siaga 1

BPBD DKI memberitahukan camat dan lurah di 9 wilayah terdampak banjir rob agar waspada.


Menjelang Libur Nataru, Segini Kapasitas Kendaraan di Jalur Puncak Bogor

2 hari lalu

Menjelang Libur Nataru, Segini Kapasitas Kendaraan di Jalur Puncak Bogor

Bogor menjadi tujuan wisata saat libur panjang atau libur Nataru. Salah satu destinasinya adalah Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.


Pengerukan Lumpur di Embung Dato Tonggara, Bisa Bebaskan Kramat Jati dari Banjir

2 hari lalu

Pengerukan Lumpur di Embung Dato Tonggara, Bisa Bebaskan Kramat Jati dari Banjir

Alat berat ekskavator standar dikerahkan untuk pengerukan lumpur dan sampah di embung Dato Tonggara.


Mengenali 7 Jenis Bencana Alam

3 hari lalu

Mengenali 7 Jenis Bencana Alam

Ada berbagai jenis bencana alam. Apa saja?