Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Pria yang Tewas di Tambora Korban Pembunuhan Sesama Sindikat Narkoba, Dianggap Informan Polisi

Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com
Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Kasus tewasnya seorang pria berbaju biru dengan posisi tersungkur di Jalan Krendang, Tambora, Jakarta Barat, Selasa, 5 Juli 2022 akhirnya terungkap. Pria tersebut korban pembunuhan sindikat narkoba. 

Pria berinisial SM, 49 tahun, itu dibunuh sesama temannya anggota sindikat narkoba, yang ia terlibat di dalamnya.  

Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat telah menangkap 4 pelaku pembunuhan, yang tak lain adalah teman korban.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Joko Dwi Harsono mengatakan, pelaku dan korban merupakan bagian dari sindikat narkoba di wilayah Jakarta Barat, karena itu mereka saling mengenali satu sama lain.

“Antara pelaku dengan korban saling kenal, mereka sindikat narkoba,” kata Joko dikutip dari keterangan tertulis," Sabtu, 9 Juli 2022.

Joko mengatakan, keempat pelaku yang berhasil ditangkap polisi yaitu berinisial DP alias D, AB alias D, A alias R, dan J. Satu di antaranya berhasil ditangkap di kawasan Jakarta, sedangkan tiga lainnya ditangkap di kawasan Serang, Banten.

Menurut Joko, keempat orang ini memiliki peran berbeda. DP menggiring, mendorong serta memukul korban. AB mengambil badik dan membagikan kepada tiga temannya, serta melakukan pemukulan. 

Selanjutnya, A alias R ikut memukul korban dan ditemukan senjata tajam di rumahnya. Sedangkan J juga melakukan pemukulan terhadap korban. Mereka sudah menyusun strategi untuk menghajar korban dan bertemu di gang sempit dekat rumah SM.

Joko berujar, sebetulnya masih ada empat pelaku lain yang masih dikejar polisi, termasuk pelaku yang melakukan penusukan. Keempat pelaku yang belum tertangkap itu kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Masih ada empat lagi tersangka yang DPO saat ini masih dilakukan pengejaran termasuk pelaku yang melakukan penusukan," ucap Joko.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Joko Dwi Harsono mengatakan, pelaku dan korban merupakan bagian dari sindikat narkoba di wilayah Jakarta Barat, karena itu mereka saling mengenali satu sama lain

Joko menjelaskan, pembunuhan ini direncanakan para pelaku karena SM diisukan sebagai informan polisi atau cepu oleh DP. Para pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP dan/atau Pasal 170 dan/atau Pasal 2 Undang-Undang Darurat dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

"Jadi kelompok ini ada sembilan orang termasuk si korban, mereka ini adalah sindikat narkoba jenis sabu," ujar Joko.

Sebelumnya, Kepala Unit Kriminal Umum Polres Metro Jakarta Barat AKP Avrilendy mengatakan, anak buahnya memperoleh informasi penemuan mayat SM dari masyarakat. Saat petugas mendatangi lokasi, polisi mendapati mayat tersebut dalam posisi tersungkur di jalan.

Saat itu, tidak ada identitas yang ditemukan polisi. Pengenal dari mayat tersebut adalah mengenakan baju berwarna biru. Polisi menemukan adanya luka di bagian kepala. Polisi menemukan dompet namun tidak ada ponsel. 

"Barang seperti dompet sih masih ada dan kalau ponsel (telepon seluler) memang tidak ada karena memang tidak membawanya," ujar Avrilendy.

Baca juga: Pria yang Tewas di Tambora Ternyata Pengedar Narkoba, Dibunuh Gerombolan Satu Sindikat

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.




Video Pilihan


AS Dihantui Wabah Narkoba Tranq, Bikin Penggunanya Seperti Zombie

2 jam lalu

Suasana tempat tinggal para tunawisma yang berada di hutan San Jose, California (18/3). San Jose merupakan 10 kota terbesar di Amerika Serikat yang berada di lembah Silikon. AP/Marcio Jose Sanchez
AS Dihantui Wabah Narkoba Tranq, Bikin Penggunanya Seperti Zombie

Penggunaan obat Xylazine, atau tranq meningkat di Philadelphia, Amerika Serikat. Gedung Putih menyatakan sebagai ancaman nasional.


Pelaku Tawuran Akan Jalani Pembinaan Wawasan Kebangsaan, Kapolda Metro Jaya Gandeng Kodam Jaya

18 jam lalu

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Karyoto memberi pesan Kamtibmas usai apel pengamanan di Monas, Sabtu, 13 Mei 2023. Tempo/M. Faiz Zaki
Pelaku Tawuran Akan Jalani Pembinaan Wawasan Kebangsaan, Kapolda Metro Jaya Gandeng Kodam Jaya

Kapolda Metro Jaya itu mengatakan telah menerima informasi bahwa tawuran menjadi modus untuk tutupi transaksi narkotika di kawasan Jakarta.


Di Amerika Pecandu Tranq Bergerak Seperti Zombie, Apa Bahaya Narkoba Itu?

21 jam lalu

ilustrasi kecanduan (pixabay.com)
Di Amerika Pecandu Tranq Bergerak Seperti Zombie, Apa Bahaya Narkoba Itu?

orang-orang yang menggunakan tranq sehingga berjalan sempoyongan seperti zombie


Kemenkumham Pecat Pegawai Rutan Pekanbaru Gara-gara Bawa Sabu

22 jam lalu

Ilustrasi Penjara Indonesia. Getty Images
Kemenkumham Pecat Pegawai Rutan Pekanbaru Gara-gara Bawa Sabu

"Perang terhadap narkoba adalah harga mati," kata Kepala Kanwil Kemenkumham Riau Mhd Jahari Sitepu.


Ini Pertimbangan Majelis Sidang KKEP Jatuhkan Sanksi PTDH terhadap Teddy Minahasa

22 jam lalu

Mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Teddy Minahasa usai menghadapi sidang vonis atas tuntutan hukuman mati di kasus penyalahgunaan narkotika di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa 9 Mei 2023. Hakim Ketua Jon Sarman Saragih menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Teddy karena terbukti bersalah dalam kasus tukar sabu barang bukti kasus narkoba dengan tawas. TEMPO/Subekti.
Ini Pertimbangan Majelis Sidang KKEP Jatuhkan Sanksi PTDH terhadap Teddy Minahasa

Majelis sidang Komisi Kode Etik Polri menjatuhkan putusan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat atau PTDH terhadap Inspektur Jenderal Teddy Minahasa


Pelaku Bunuh Korban dengan Bed Cover Lalu Mayatnya Dibuang di Kolong Tol Cibitung-Cilincing

1 hari lalu

Wajah tersangka saat dihadirkan pada konferensi pers pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan, Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, 30 Mei 2023. Adik kakak M Furqon (52) dan Volly Willy (54) berhasil ditangkap polisi usai melakukan pembunuhan pada T (44) dengan memasukan mayatnya kedalam karung dan membuangnya di kolong tol Cibitung, Cilincing, Jakarta Utara yang terjadi pada 26 Mei lalu. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Pelaku Bunuh Korban dengan Bed Cover Lalu Mayatnya Dibuang di Kolong Tol Cibitung-Cilincing

Korban dibunuh setelah ia menagih untuk segera dinikahi. Dibunuh dengan cara dibekap, mayatnya dibuang di kolong Tol Cibitung-Cilincing.


Kasus Mayat di Kolong Tol Cibitung-Cilincing, dari Aplikasi Kencan Berujung Pembunuhan

1 hari lalu

Wajah tersangka saat dihadirkan pada konferensi pers pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan, Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, 30 Mei 2023. Adik kakak M Furqon (52) dan Volly Willy (54) berhasil ditangkap polisi usai melakukan pembunuhan pada T (44) dengan memasukan mayatnya kedalam karung dan membuangnya di kolong tol Cibitung, Cilincing, Jakarta Utara yang terjadi pada 26 Mei lalu. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Kasus Mayat di Kolong Tol Cibitung-Cilincing, dari Aplikasi Kencan Berujung Pembunuhan

Korban meminta untuk segera dinikahi. Pembunuhan terjadi karena pelaku tak mau istrinya mengetahui hubungan tersebut.


Teddy Minahasa Menilai Sidang Etik Dirinya Subyektif dan Tergesa-gesa

1 hari lalu

Mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Teddy Minahasa usai menghadapi sidang vonis atas tuntutan hukuman mati di kasus penyalahgunaan narkotika di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa 9 Mei 2023. Hakim Ketua Jon Sarman Saragih menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Teddy karena terbukti bersalah dalam kasus tukar sabu barang bukti kasus narkoba dengan tawas. TEMPO/Subekti.
Teddy Minahasa Menilai Sidang Etik Dirinya Subyektif dan Tergesa-gesa

Teddy Minahasa mengatakan sidang Komisi Kode Etik Polri hanyalah bersifat subyektif dan dan terlalu digelar tergesa-gesa.


Bunuh Anggota Geng Kriminal, Mantan Tentara Kanada Diekstradisi ke Thailand

1 hari lalu

Kepala Polisi Nasional Thailand Damrongsak Kittiprapas berbicara selama konferensi pers tentang penerimaan pembunuh bayaran asal Kanada, Matthew Dupre, yang diekstradisi dari Kanada ke Thailand atas tuduhan pembunuhan gangster Kanada Jimi
Bunuh Anggota Geng Kriminal, Mantan Tentara Kanada Diekstradisi ke Thailand

Warga negara Kanada Matthew Dupre telah berhasil diekstradisi ke Thailand terkait dengan pembunuhan seorang anggota geng kriminal tahun lalu.


Polri Gelar Sidang Kode Etik Irjen Teddy Minahasa Hari ini

1 hari lalu

Mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Teddy Minahasa usai menghadapi sidang vonis atas tuntutan hukuman mati di kasus penyalahgunaan narkotika di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa 9 Mei 2023. Hakim Ketua Jon Sarman Saragih menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Teddy karena terbukti bersalah dalam kasus tukar sabu barang bukti kasus narkoba dengan tawas. TEMPO/Subekti.
Polri Gelar Sidang Kode Etik Irjen Teddy Minahasa Hari ini

Hari ini Polri menggelar sidang kode etik terhadap Irjen Teddy Minahasa yang sebelumnya telah divonis penjara seumur hidup dalam kasus narkoba.