PAM Jaya Belum Penuhi Kebutuhan Air Warga Jakarta, Berupaya Tambah Pasokan Air Baku

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Direktur Utama PAM JAYA Syamsul Bachri, Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim, Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi B Hasan Basri Umar, dan Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi C Gani Suwondo di Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis, 30 Juni 2022. ANTARA/Abdu Faisal

TEMPO.CO, Jakarta - PAM Jaya mencatat penyediaan air minum belum memenuhi kebutuhan warga DKI Jakarta. Dengan kerja sama yang akan dilakukan, diharapkan PAM Jaya dapat memasok air hingga 100 persen.

“SPAM (Sistem Pengelolaan Air Minum) bertujuan mempercepat kebutuhan dasar masyarakat di Provinsi DKI Jakarta, targetnya pelayanan 100 persen di 2030,” kata Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin dalam acara "Konsultasi Publik: Rencana Kerja Sama Pengembangan SPAM di Provinsi DKI Jakarta" secara daring, Senin, 8 Agustus 2022.

Dia mengakui bahwa masalah penyediaan air minum menjadi isu PAM Jaya lantaran saat ini cakupannya belum memenuhi dari keinginan warga DKI. Namun demikian, Arief memastikan PAM Jaya dan Pemprov DKI Jakarta akan berupaya menambah air baku.

Upaya ini dilakukan agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dengan target pelayanan 100 persen pada 2030. Penambahan air baku itu melalui Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM).

“Ada beberapa strategi yang akan dilakukan PAM Jaya, salah satunya bagaimana menambah air baku yang kemudian bisa mencukupi kebutuhan masyarakat Jakarta. Kita mengenal dengan istilah SPAM,” ucap Arief.

Selain itu, isu yang menjadi perhatian PAM Jaya adalah penggunaan air tanah yang cukup besar di wilayah DKI Jakarta. Akibatnya, 90 persen wilayah DKI diprediksi tenggelam pada 2050.

“Di Provinsi DKI Jakarta, isu tentang air minum memang masih tinggi, di antaranya pengambilan, penggunaan air tanah,” kata Arief.

Penggunaan air tanah, kata dia, di Provinsi DKI Jakarta masih sangat tinggi, sehingga membuat banyak efek ekologi yang menjadi salah satu ancaman.

Arief mengatakn 90 persen wilayah Jakarta, khususnya di bagian utara diprediksi tenggelam pada 2050 jika masalah penggunaan air tanah tidak segera diselesaikan.

“Ada beberapa isu yang juga menjadi salah satu tantangan PAM Jaya, yaitu penurunan muka tanah. Dilansir dari BBC, Jakarta bisa tenggelam dalam waktu yang tidak lama lagi, jika penggunaan air tanah terus berlangsung,” Arief.

Baca juga: DPRD DKI Sesalkan Tingginya Angka Kebocoran Pipa Air Palyja






Pesan Heru Budi kepada 1.097 Bekas Pegawai Palyja dan Aetra: Layani dengan Senyum

10 jam lalu

Pesan Heru Budi kepada 1.097 Bekas Pegawai Palyja dan Aetra: Layani dengan Senyum

Pj Gubernur DKI Heru Budi berpesan kepada 1.097 bekas pegawai Palyja dan Aetra yang kini bekerja di PAM Jaya. Swastanisasi air Jakarta akan berakhir.


Aktivis Valencia Mieke Randa Pilih Air Minum dengan Kemasan Galon yang Aman

6 hari lalu

Aktivis Valencia Mieke Randa Pilih Air Minum dengan Kemasan Galon yang Aman

Demi kesehatan keluarga, para ibu pasti sangat berharap air mineral galon yang dikonsumsi terjamin sterilitasnya


Kandungan BPA di Kemasan Kaleng Dinilai Lebih Mengkhawatirkan Daripada di Galon

8 hari lalu

Kandungan BPA di Kemasan Kaleng Dinilai Lebih Mengkhawatirkan Daripada di Galon

Ternyata kandungan BPA dalam kemasan kaleng lebih mengkhawatirkan dibanding di galon.


Kementerian PUPR Bangun Jaringan SPAM di Lombok, Nilai Proyek Rp 30,8 Miliar

10 hari lalu

Kementerian PUPR Bangun Jaringan SPAM di Lombok, Nilai Proyek Rp 30,8 Miliar

Pekerjaan SPAM di Lombok dilaksanakan selama 360 hari kalender. Nilai kontrak proyek ini mencapai Rp 30,8 miliar.


Pesan Pakar Nutrisi tentang Pentingnya Gizi Seimbang dan Hidrasi Tubuh

11 hari lalu

Pesan Pakar Nutrisi tentang Pentingnya Gizi Seimbang dan Hidrasi Tubuh

Penuhi selalu hidrasi tubuh dengan memilih makanan dengan gizi seimbang dan cukupi konsumsi air minum agar tubuh tak kekurangan cairan.


PAM Jaya Dapat PMD 2023 Senilai Rp 324,6 Miliar, Demi Kedaulatan Air Cakupan 100 %

11 hari lalu

PAM Jaya Dapat PMD 2023 Senilai Rp 324,6 Miliar, Demi Kedaulatan Air Cakupan 100 %

PAM Jaya memperoleh persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta tentang Penyertaan Modal Daerah 2023 senilai Rp 324,6 miliar.


Produsen Air Minum ALTO Tutup Pabrik di Sukabumi dan PHK 145 Karyawan

13 hari lalu

Produsen Air Minum ALTO Tutup Pabrik di Sukabumi dan PHK 145 Karyawan

Selain menutup pabrik, produsen air minum ALTO juga melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 145 karyawannya.


Pakar UI: Bisnis Air Minum tidak Sehat

15 hari lalu

Pakar UI: Bisnis Air Minum tidak Sehat

Konsumen yang sudah beli galon bekas pakai bakal terikat dan bergantung


Waskita Karya Bukukan Kontrak Baru hingga Oktober Rp 13,38 T, Ada Gedung Pemerintah di IKN

16 hari lalu

Waskita Karya Bukukan Kontrak Baru hingga Oktober Rp 13,38 T, Ada Gedung Pemerintah di IKN

PT Waskita Karya (Persero) Tbk.(WSKT) berhasil meningkatkan Nilai Kontrak Baru (NKB) dengan total Rp13,38 triliun sampai dengan Oktober 2022.


Aetra dan Palyja Putus Kontrak 31 Januari 2023, PAM Jaya: 90 % Eks Karyawan Gabung Kami

19 hari lalu

Aetra dan Palyja Putus Kontrak 31 Januari 2023, PAM Jaya: 90 % Eks Karyawan Gabung Kami

PAM Jaya memastikan menampung sebanyak 90 persen eks karyawan Aetra dan Palyja menyusul berakhirnya kerja sama dengan kedua mitranya itu.