Kenaikan BBM Bikin Harga Barang Tidak Stabil, Pedagang Pasar Rawamangun: Tiap Hari Nombok

Aktivitas pedagang di Pasar Rawamangun, Jakarta, Senin, 23 Mei 2022. Harga bahan pangan strategis terpantau mengalami kenaikan bahkan setelah lewat momen Lebaran 2022. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Pedagang di Pasar Rawamangun, Jakarta Timur, mengeluhkan kenaikan harga BBM yang membuat harga pasar yang tidak stabil membuat modal yang harus dikeluarkan bertambah.

"Istilahnya tuh, belanja sekian, penjualan sekian. Ntar naik lagi, belanjanya susah lagi. Nombok lagi, tiap hari nombok. Karena gak stabil harganya sih naik turun, jadi susah buat nyari keuntungan sehari-hari," ujar Walam (61), pedagang di Pasar Rawamangun, Selasa, 13 September 2022.

Walam mengatakan, baik pembeli maupun pedagang merasa kesulitan karena kenaikan harga bahan kebutuhan pokok setelah BBM naik. Mereka mengeluhkan harga barang yang ikut naik. 

"Pembeli sama aja, ngeluh semua. Pembeli sama pedagang juga susah," ujarnya. 

Pedagang bahan pangan lain di Pasar Rawamangun, Romjana (46) mengatakan pembeli berkurang setelah harga BBM naik. "Pembeli menurun banyak keluhan, aturan lebihnya sekian jadi berkurang," ujarnya. 

Meski penghasilan turun, Romjana mengklaim tidak bisa menaikkan harga bahan pangan. Alasannya dia tak ingin para pembeli bertambah susah karena kenaikan harga BBM ini. "Katanya cuma pas buat makan aja, gak ada lebih. Kita jadi gak enak, kita juga ngambil untung banyak gak enak," kata pedagang itu.

Harga Bahan Kebutuhan Pokok Terdampak Kenaikan BBM

Harga sejumlah kebutuhan pokok mulai terdampak kenaikan harga BBM. Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI) Reynaldi Sarijowan meminta pemerintah turut menanggung beban ongkos distribusi yang bertambah. 

"Pemerintah harus ikut mengintervensi subsidi distribusi ini,” ujarnya, 5 September lalu. 

Reynaldi menyatakan harus ada subsidi distribusi harga agar beban distribusi tidak hanya ditanggung produsen atau pedagang.

Harga komoditas di tingkat pasar mulai terkerek. Reynaldi mencatat, harga cabai rawit merah menyentuh Rp 63.500 per kilogram. Kemudian, harga cabai keriting Rp 79 ribu per kilogram dan cabai rawit hijau Rp 54 ribu per kilogram.

Harga daging ayam boiler juga naik menjadi Rp 39.500 per kilogram, bawang merah Rp 40 ribu per kilogram, dan bawang putih Rp 33 ribu per kilogram. Sedangkan harga telur terjadi tren penurunan walau masih cukup tinggi, yakni Rp 29 ribu di tingkat konsumen.

“Untuk daging sapi juga masih bertengger di angka Rp 148 ribu hingga Rp 149 ribu per kilogram,” kata Reynaldi.

Sebelum kenaikan harga BBM, Reynaldi menyebut harga-harga sejumlah kebutuhan pun sudah di atas harga normal. Misalnya, harga telur yang sempat mencapai Rp 32 ribu per kilogram. 

VANIA NOVIE ANDINI

Baca juga: Derita Sopir Angkot Saat Harga BBM Naik: Setoran Turun, Tak Bisa Menutup Biaya Bensin







Harga Kedelai Impor di Pasaran Merangkak Naik, Pedagang Tahu Kurangi Ukuran

2 jam lalu

Harga Kedelai Impor di Pasaran Merangkak Naik, Pedagang Tahu Kurangi Ukuran

Harga kedelai impor di kawasan Pasar Legi Solo merangkak naik dalam kurun waktu dua minggu terakhir.


Gibran Sebut Bansos Rp 600 Ribu untuk Sopir Ojol, Sopir Bendi dkk Cair Minggu Pertama Oktober

8 jam lalu

Gibran Sebut Bansos Rp 600 Ribu untuk Sopir Ojol, Sopir Bendi dkk Cair Minggu Pertama Oktober

Gibran memastikan penyaluran bansos untuk mencegah inflasi akibat kenaikan harga BBM untuk warga kota Solo cair pada minggu pertama Oktober.


Mas Dhito: Bansos Bukan untuk Sanak Saudara

22 jam lalu

Mas Dhito: Bansos Bukan untuk Sanak Saudara

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyatakan tegas penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) harus tepat sasaran.


Jokowi Klaim Penyaluran BLT BBM Sudah Capai 96,6 Persen

1 hari lalu

Jokowi Klaim Penyaluran BLT BBM Sudah Capai 96,6 Persen

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, untuk BLT BBM sampai hari ini sudah 96,6 persen, sudah di 508 kabupaten dan kota.


Pedagang Kuliner Harap Pembatalan Program Kompor Listrik Bukan Sekadar Gimmick

1 hari lalu

Pedagang Kuliner Harap Pembatalan Program Kompor Listrik Bukan Sekadar Gimmick

Pembatalan membuat para pedagang lega dari bayang-bayang beban biaya operasional untuk bermigrasi ke kompor listrik.


Terkini Bisnis: Pedagang Pasar Keluhkan Mendag Banyak Pencitraan, RI Dianggap Super Power

1 hari lalu

Terkini Bisnis: Pedagang Pasar Keluhkan Mendag Banyak Pencitraan, RI Dianggap Super Power

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Rabu siang dimulai dari Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) memberikan sorotan tajam terhadap Mendag.


Asosiasi: Pengemudi Ojol Belum Dapat Info Resmi BLT UMKM Rp 1,2 Juta

1 hari lalu

Asosiasi: Pengemudi Ojol Belum Dapat Info Resmi BLT UMKM Rp 1,2 Juta

Para pengemudi ojel online atau ojol belum mendapatkan informasi secara resmi terkait Bantuan Langsung Tunai atau BLT UMKM.


Rusia Beri Diskon Besar-besaran Bensin hingga Gandum untuk Taliban

1 hari lalu

Rusia Beri Diskon Besar-besaran Bensin hingga Gandum untuk Taliban

Taliban mendapatkan harga murah dari Rusia untuk BBM dan gandum. Kedua pihak telah meneken kesepakatan.


Agen Geruduk Kantor Ninja Xpress, Tolak Skema Baru Pemberian Komisi

1 hari lalu

Agen Geruduk Kantor Ninja Xpress, Tolak Skema Baru Pemberian Komisi

Agen menolak skema komisi sekitar 12 persen dari biaya jasa yang dibayarkan oleh marketplace ke Ninja Xpress.


Singapura Ekspor BBM Meski Tak Punya Ladang Minyak, Ini Penjelasan Eks Menteri ESDM

1 hari lalu

Singapura Ekspor BBM Meski Tak Punya Ladang Minyak, Ini Penjelasan Eks Menteri ESDM

Arcandra Tahar membeberkan bagaimana Singapura yang tak memiliki ladang minyak bisa menjadi salah satu negara eksportir BBM di Asia.