Manuver Firli Bahuri Jegal Anies Baswedan, Forum Advokat Indonesia Minta Dewas KPK Tegas

Reporter

Editor

Sunu Dyantoro

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memberikan keterangan kepada awak media usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu, 7 September 2022. Anies Baswedan diperiksa KPK untuk dimintai keterangan dalam penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelenggaraan ajang balap mobil listrik Formula E Jakarta. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah Anggota Forum Advokat Indonesia menggelar Konferensi Pers Bersama di Tebet, Jakarta Selatan, Senin, 3 Oktober 2022. Konferensi Pers tersebut mengulas tentang adanya upaya rekayasa kasus penyelenggaraan Formula E yang sedang ditangani KPK oleh Firli Bahuri.

Hal itu terkait menyikapi headline Koran Tempo edisi Sabtu, 1 Oktober 2022 bertajuk "Manuver Firli Menjegal Anies". Dalam Forum Advokat tersebut, mereka menilai sikap Firli Bahuri tidaklah profesional karena memanfaatkan jabatannya untuk mengkriminalisasi pihak lain. 

"Jadi dalam kesempatan ini, asas praduga tak bersalah justru tidak diterapkan oleh Firli, karena tindakannya sudah memastikan Anies bersalah. Dengan konstruk hukumnya membuat rekayasa informasi melalui saksi ahli," kata Anggota Forum Advokat Indonesia Mahmud pada konferensi persnya, Senin (3/10/2022).

Lebih lanjut, Mahmud mengungkapkan kasus Formula E tidak ada unsur korupsi di dalamnya. 

"Kalau kaitannya dengan Formula E, sudah ada keterangan dari berbagai pihak yang kompeten dalam bidang itu menyatakan tidak ada unsur korupsi. Kan begitu kalo kita cermat mengikuti ceritanya," katanya.

Selain itu, Mahmud berpendapat sikap Firli tidak terlihat independen, serta membawa KPK menuju kehancuran.

"Kami meminta Dewan Pengawas KPK untuk bersikap tegas, bahkan Firli Bahuri seharusnya dipecat karena tidak mencerminkan netralitas sebagai Ketua KPK, sehingga KPK bisa kembali menjadi institusi yang independen sebagai garda terdepan melawan korupsi, bukan menjadi pesanan atas kekuasaan," kata dia.

KPK Sebut Kasus Formula E Diseret untuk Kepentingan Politik

KPK menyayangkan penanganan kasus korupsi Formula E diseret-seret dalam kepentingan politik pihak tertentu. Menurut KPK, lembaganya telah menangani kasus itu sesuai prosedur hukum.

“KPK sangat menyayangkan, proses penanganan perkara Formula E yang telah taat azas dan prosedur hukum ini justru kemudian diseret-seret dalam kepentingan politik oleh pihak-pihak tertentu,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri, Senin, 3 Oktober 2022.

Ali mengatakan lembaganya menangani kasus Formula E karena adanya laporan dari masyarakat. Laporan itu kemudian ditelaah untuk mengetahui apakah kasus itu bisa ditangani oleh KPK atau tidak.

KPK, kata dia, masih mengumpulkan informasi yang diperlukan. Salah satunya dengan memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk dimintai keterangan. “Dalam proses internal KPK, pada setiap penanganan perkara adalah dengan melakukan ekspose atau gelar perkara,” kata dia.

Dengan sistem dan proses yang terbuka, kata dia, penanganan perkara di KPK dipastikan tidak bisa diatur atas keinginan pihak tertentu saja. “Namun setiap penanganan perkara di KPK adalah berdasarkan kecukupan alat bukti,” kata dia.

Meski demikian, Ali mengatakan KPK berkomitmen untuk menangani setiap perkara dugaan korupsi sesuai dengan tugas, kewenangan dan Undang-Undang yang berlaku. Dia mengajak masyarakat untuk mengawasi setiap proses penanganan perkara di KPK.

Dia juga meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang sengaja dihembuskan untuk kepentingan agenda di luar penegakan hukum.

Sebelumnya, mantan pimpinan KPK Bambang Widjojanto menduga ada upaya mengkriminalisasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di kasus Formula E. Mantan anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Anies itu menuding upaya itu dilakukan oleh sebagian pimpinan KPK. “Ada indikasi sangat kuat sekali keinginan sebagian pimpinan KPK untuk melakukan upaya politik kriminalisasi untuk menjegal dan menjagal ABW,” kata Bambang lewat pesan teks, Sabtu, 1 Oktober 20

Baca juga: Dugaan Kriminalisasi Anies Baswedan, Forum Advokat Indonesia Desak Dewas KPK Periksa Firli Bahuri

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Enggan Beberkan Janji Manis, Anies Baswedan Beberkan 4 Metode Kerjanya

20 menit lalu

Enggan Beberkan Janji Manis, Anies Baswedan Beberkan 4 Metode Kerjanya

Bakal calon presiden dari Partai Nasdem Anies Baswedan tak ingin beberkan janji manis saat safari politik di Pekanbaru, Riau, Senin 5 Desember 2022. Anies saat ngobrol santai dengan sejumlah wartawan dan mahasiswa menyebutkan ia memegang teguh empat metode bekerja yang dipakainya dalam segala persoalan.


Grace Natalie Jadi Plt Ketua DPW PSI DKI Menggantikan Bekas Staf Ahok yang Mundur

32 menit lalu

Grace Natalie Jadi Plt Ketua DPW PSI DKI Menggantikan Bekas Staf Ahok yang Mundur

Michael Victor Sianipar resmi mengundurkan diri dari PSI. Grace Natalie kini menjabat Ketua DPW PSI DKI Jakarta.


Elektabilitas Prabowo Subianto Menurun, Ini Penjelasan Gerindra

49 menit lalu

Elektabilitas Prabowo Subianto Menurun, Ini Penjelasan Gerindra

Gerindra menyatakan Prabowo Subianto masih belum berkampanye seperti capres lainnya karena masih sibuk sebagai Menteri Pertahanan.


Mundur dari PSI, Michael Sianipar Singgung Konsisten Kritisi Anies Baswedan dan Formula E

1 jam lalu

Mundur dari PSI, Michael Sianipar Singgung Konsisten Kritisi Anies Baswedan dan Formula E

Bekas staf Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Michael Victor Sianipar, mundur dari PSI. Dia menyinggung telah mengkritisi Anies Baswedan dan Formula E


Pengamat Sebut Tindakan Anies Baswedan Soal Ini yang Lunturkan Stempel Intoleran

7 jam lalu

Pengamat Sebut Tindakan Anies Baswedan Soal Ini yang Lunturkan Stempel Intoleran

Dalam survei Voxpol Center Research and Consulting terungkap pemilih Anies Baswedan berasal dari semua agama dengan prosentase yang merata


Peneliti Voxpol Nilai Stempel Intoleran Tak Relevan Lagi untuk Anies Baswedan, Ini Sebabnya

8 jam lalu

Peneliti Voxpol Nilai Stempel Intoleran Tak Relevan Lagi untuk Anies Baswedan, Ini Sebabnya

Pangi menyebut Anies Baswedan sudah mulai berhasil dalam soal mementahkan stigma kalau beliau didukung kelompok intoleran.


Daftar Pemenang Anti Corruption Film Festival 2022, KPK Punya Harapan Besar

21 jam lalu

Daftar Pemenang Anti Corruption Film Festival 2022, KPK Punya Harapan Besar

Anti Corruption Film Festival atau ACFFEST 2022 mengangkat tema "Berawal Dari Kita, Bangkit dan Bergerak Bersama Lawan Korupsi".


Anies Baswedan Bakal Mengikuti Perayaan Natal Nasional di Papua

1 hari lalu

Anies Baswedan Bakal Mengikuti Perayaan Natal Nasional di Papua

Anies Baswedan akan mengikuti Perayaan Natal Nasional yang digelar DPW Partai NasDen Papua pada 8 - 9 Desember 2022.


Tokoh Pendidikan Dukung Anies Baswedan Capres 2024, Komitmen Kebangsaan Ditunjukkan 5 Tahun di DKI

1 hari lalu

Tokoh Pendidikan Dukung Anies Baswedan Capres 2024, Komitmen Kebangsaan Ditunjukkan 5 Tahun di DKI

Sejumlah tokoh pendidikan dan lintas agama memberikan dukungan Anies Baswedan jadi capres 2024. Intoleransi tak terbukti di DKI Jakarta.


Tokoh Lintas Agama Deklarasi Dukung Anies Baswedan untuk Pilpres 2024

1 hari lalu

Tokoh Lintas Agama Deklarasi Dukung Anies Baswedan untuk Pilpres 2024

Indra mengatakan tuduhan bahwa Anies Baswedan berhubungan dengan kelompok intoleran tidak terbukti.