Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Hotman Paris Ungkap Peran 2 Buronan yang Dihapus Polda Jabar dalam BAP Kasus Pembunuhan Vina

Reporter

image-gnews
Keluarga Vina bertemu Hotman Paris dalam jumpa pers di salah satu mal di Jakarta Barat. Tampak hadir ayah Vina, Wasnadi, ibu Vina, Sukaesih dan kakak Vina, Marliana, Kamis 16 Mei 2024. ANTARA/Risky Syukur
Keluarga Vina bertemu Hotman Paris dalam jumpa pers di salah satu mal di Jakarta Barat. Tampak hadir ayah Vina, Wasnadi, ibu Vina, Sukaesih dan kakak Vina, Marliana, Kamis 16 Mei 2024. ANTARA/Risky Syukur
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Hotman Paris Hutapea mempertanyakan alasan polisi menyebut 2 orang buronan yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) di kasus pembunuhan Vina dan Eky sebagai fiktif.  

Padahal, kata Hotman, bila dilihat dari berita acara pemeriksaan (BAP) di tahun 2016, dua orang yang masuk dalam DPO itu turut terlibat dalam pembunuhan 2 sepasang kekasih tersebut. 

"Dalam berkas persidangan BAP di tahun 2016 itu ada semua. 2 DPO yang dihilangkan itu tidak fiktif, mereka ada peran masing-masing. Lantas ada apa ini? Harus ada tim pencari fakta yang dikerahkan oleh Bapak Presiden," katanya Selasa, 11 Juni 2024. 

Hotman lantas memaparkan peran dua tersangka dalam kasus pembunuhan Vina. "DPO Andi mengangkat dan membanting korban, memperkosanya dan membuang air mani di paha korban," ujar asisten Hotman membacakan BAP di tahun 2016.

Menurut Hotman, dengan penghapusan 2 nama buronan tersebut, polisi hendak berfokus kepada tersangka Pegi Setiawan alias Perong yang beberapa waktu lalu sudah ditangkap. 

"Jika kasus ini berlanjut seperti ini, maka masyatakat tidak akan puas, karena hanya Pegi yang menjadi fokusnya. Apa yang ada dibaliknya tidak terbongkar secara penuh," ujar Hotman.

Oleh sebab itu, Hotman Paris menghimbau Presiden Joko Widodo atau Jokowi membentuk tim pencari fakta untuk kasus ini. Tim yang diisi oleh para profesor yang ahli di dalam bidang hukum pidana dari berbagai universitas, agar semuanya berjalan dengan netral. 

"Tim pencari fakta yang netral, yang bisa diharapkan untuk dilanjutkan ke persidangan nanti", ucapnya.

Polda Jabar hapus 2 nama buronan kasus pembunuhan Vina

Kepolisian Daerah atau Polda Jawa Barat menghapus dua nama lain dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pada kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon yang terjadi pada 2016 silam.

Direktur Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Surawan mengatakan total tersangka dalam kasus Vina hanyalah 9 orang, bukan 11 orang seperti kabar yang beredar selama 8 tahun terakhir. 

“Perlu saya tegaskan di sini, tersangka semua bukan 11, tapi sembilan,” ucap Surawan dalam konferensi pers di Bandung, Ahad, 26 Mei 2024. 

Surawan mengatakan, Pegi Setiawan alias Perong menjadi tersangka terakhir yang ditangkap untuk kasus yang kembali ramai diperbincangkan usai diangkat menjadi film layar lebar tersebut. Dengan begitu, ucap Surawan, seluruh tersangka yang terlibat dalam pembunuhan disertai pemerkosaan terhadap Vina sudah tertangkap semuanya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sebelumnya, sejak 2016, polisi telah menetapkan dan menghukum delapan orang yang diduga menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan sepasang kekasih tersebut. Kemudian, pihak berwajib mengungkapkan masih ada tiga orang tersangka yang menjadi buronan atau masuk DPO. Ketiganya adalah Andi (23), Dani (20), dan Pegi alias Perong (22).

Namun, setelah Pegi ditangkap pada Selasa, 21 Mei 2024, Polda Jawa Barat mengubah pernyataannya soal jumlah tersangka dalam kasus Vina. “(Ternyata) DPO hanya satu,” kata Surawan.

Lantas, apa alasan polisi hapus dua nama lain dari DPO kasus Vina Cirebon? Simak rangkuman informasi selengkapnya berikut ini.

Alasan Polisi Ralat Dua DPO Lain

Menurut Surawan, informasi mengenai tiga DPO kasus Vina yang selama ini beredar di masyarakat adalah berdasarkan keterangan dari para tersangka. Tetapi, menurut dia keterangan para tersangka itu selalu berubah-ubah dalam pemeriksaannya.

“Selama ini kami meyakinkan ada lima keterangan berbeda dari tersangka, ada yg menerangkan tiga, ada lagi tiga juga tapi nama berbeda, ada yang menerangkan lima, ada yang menerangkan satu,” kata Surawan. 

Oleh karena itu, setelah penyidikan lebih dalam dan penangkapan Pegi alias Perong, Surawan meyakini bahwa nama-nama yang disebutkan para tersangka sebelumnya adalah asal sebut dan tidak serius.

“Setelah kami lakukan penyelidikan lebih dalam, ternyata dua nama yang disebutkan selama ini itu hanya asal sebut, jadi tidak ada tersangka lain,” kata Surawan.

Walaupun seluruh tersangka dianggap sudah tertangkap, namun Surawan mengatakan Polda Jabar mempersilakan masyarakat atau pihak lain menyelidiki apabila merasa ada nama tersangka lain dalam kasus Vina Cirebon ini.

“Apabila dikemudian hari muncul nama tersangka lagi, kami akan periksa, tetapi sejauh ini fakta di dalam penyidikan kami tersangka atau DPO adalah 1 bukan 3,” kata Surawan.

FAUZI IBRAHIM | TIM TEMPO

Pilihan Editor: Saksi yang Muncul Kembali dalam Kasus Pembunuhan Vina Cirebon

Iklan

Berita Selanjutnya



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Peristiwa Hukum Sepekan Ini: Pegi Setiawan Bebas, Syahrul Yasin Limpo Divonis 10 Tahun

1 jam lalu

Terdakwa bekas Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, mengikuti sidang pembacaan surat amar putusan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis, 11 Juli 2024. Majelis hakim menjatuhkan putusan terhadap Syahrul Yasin limpo, pidana penjara badan selama 10 tahun, denda Rp.300 juta subsider 4 bulan kurungan, membayar uang pengganti Rp.14.147.144.786 miliar dan 30.000 Dollar AS. TEMPO/Imam Sukamto
Peristiwa Hukum Sepekan Ini: Pegi Setiawan Bebas, Syahrul Yasin Limpo Divonis 10 Tahun

Peristiwa hukum pekan ini antara lain Pegi Setiawan menang praperadilan bebas status tersangka dan vonis 10 tahun pidana penjara Syahrul Yasin Limpo.


Polda Jawa Barat Sebut Masih Pelajari Berkas Putusan Praperadilan Pegi Setiawan

2 jam lalu

Pegi Setiawan (tengah baju kuning) didampingi oleh tim kuasa hukum dan kedua orang tua, berfoto usai resmi keluar dari tahanan Polda Jawa Barat, pada Senin malam, 8 Juli 2024. Doc. Kuasa Hukum Pegi Setiawan, Toni RM.
Polda Jawa Barat Sebut Masih Pelajari Berkas Putusan Praperadilan Pegi Setiawan

Polda Jawa Barat masih memperjari berkas putusan praperadilan Pegi Setiawan.


Polda Jawa Barat Bantah Pernyataan Pegi Setiawan Soal Salah Tangkap

3 jam lalu

Pegi Setiawan (tengah baju kuning) didampingi oleh tim kuasa hukum dan kedua orang tua, berfoto usai resmi keluar dari tahanan Polda Jawa Barat, pada Senin malam, 8 Juli 2024. Doc. Kuasa Hukum Pegi Setiawan, Toni RM.
Polda Jawa Barat Bantah Pernyataan Pegi Setiawan Soal Salah Tangkap

Polda Jawa Barat membantah pernah meminta maaf kepada Pegi Setiawan karena salah tangkap.


Sosok Saka Tatal, Terpidana di dalam Kasus Vina-Eki yang Mengajukan PK

15 jam lalu

Saka Tatal, mantan terpidana kasus pembunuhan Vina, jalani tes masuk kerja di PT Dusdusan, Kecamatan Palmerah, Jakarta, Rabu, 5 Juni 2024. TEMPO/Jihan Ristiyanti
Sosok Saka Tatal, Terpidana di dalam Kasus Vina-Eki yang Mengajukan PK

Mukti menyatakan Peninjauan Kembali (PK) tersebut dilakukan untuk pemulihan nama baik Saka Tatal serta meminta pertanggungjawaban negara


Bebas Setelah Menang Praperadilan, Ponsel, Ijazah, Rapor Hingga KK Pegi Setiawan Masih Disita Polda Jabar

18 jam lalu

Petugas Kepolisian menggiring tersangka kasus pembunuhan Pegi Setiawan untuk dihadirkan pada konferensi pers yang digelar di Gedung Ditreskrimum Polda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Minggu 26 Mei 2024. Polda Jabar berhasil menangkap Pegi Setiawan alias perong atas dugaan kasus pembunuhan Vina Dewi Arsita dan Muhammad Rizky yang terjadi di Cirebon pada tahun 2015 silam. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Bebas Setelah Menang Praperadilan, Ponsel, Ijazah, Rapor Hingga KK Pegi Setiawan Masih Disita Polda Jabar

Kuasa hukum Pegi Setiawan menyebutkan sejumlah barang milik kliennya seperti handphone, ijazah, raport, dan Kartu Keluarga, masih disita oleh pihak Polda Jawa Barat.


Diduga Beri Kesaksian Palsu di Kasus Vina Cirebon, Ini Isi Lengkap Keterangan Aep dan Dede

19 jam lalu

Aep saksi kasus Vina Cirebon. Foto : Youtube
Diduga Beri Kesaksian Palsu di Kasus Vina Cirebon, Ini Isi Lengkap Keterangan Aep dan Dede

Kesaksian lengkap Aep dan Dede yang tertuang di putusan Pengadilan Negeri Cirebon dalam perkara pembunuhan Vina dan Eky, 8 tahun lalu.


Diduga Beri False Confession Soal Pegi Setiawan, Ini Awal Mula Aep dan Dede Memberi Kesaksian ke Rudiana

20 jam lalu

Petugas Kepolisian menggiring tersangka kasus pembunuhan Pegi Setiawan untuk dihadirkan pada konferensi pers yang digelar di Gedung Ditreskrimum Polda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Minggu 26 Mei 2024. Polda Jabar berhasil menangkap Pegi Setiawan alias perong atas dugaan kasus pembunuhan Vina Dewi Arsita dan Muhammad Rizky yang terjadi di Cirebon pada tahun 2015 silam. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Diduga Beri False Confession Soal Pegi Setiawan, Ini Awal Mula Aep dan Dede Memberi Kesaksian ke Rudiana

Dari Aep dan Dede, Inspektur Dua Rudiana mendapat keterangan tentang terduga pelaku pembunuhan Vina dan Eky. Muncul nama Pegi Setiawan.


Saka Tatal Ajukan PK, Pegi Setiawan Siap Berikan Keterangan

20 jam lalu

Saka Tatal, mantan terpidana kasus pembunuhan Vina, jalani tes masuk kerja di PT Dusdusan, Kecamatan Palmerah, Jakarta, Rabu, 5 Juni 2024. TEMPO/Jihan Ristiyanti
Saka Tatal Ajukan PK, Pegi Setiawan Siap Berikan Keterangan

Peninjauan Kembali Saka Tatal yang akan datang, Pegi Setiawan siap berikan keterangan.


Alasan Lemkapi Putusan Praperadilan Pegi Setiawan Bukan Akhir Kasus Vina

1 hari lalu

Pegi Setiawan (tengah baju kuning) didampingi oleh tim kuasa hukum dan kedua orang tua, berfoto usai resmi keluar dari tahanan Polda Jawa Barat, pada Senin malam, 8 Juli 2024. Doc. Kuasa Hukum Pegi Setiawan, Toni RM.
Alasan Lemkapi Putusan Praperadilan Pegi Setiawan Bukan Akhir Kasus Vina

Menurut Lemkapi putusan hakim praperadilan yang membatalkan Pegi Setiawan dari tersangka, bukan akhir pengungkapan kasus pembunuhan Vina Cirebon.


Penetapan Pegi Setiawan sebagai DPO Tidak Sah, Namanya Pernah Disebut dalam BAP Rudiana pada 2016

1 hari lalu

Pegi Setiawan (tengah baju kuning) didampingi oleh tim kuasa hukum dan kedua orang tua, berfoto usai resmi keluar dari tahanan Polda Jawa Barat, pada Senin malam, 8 Juli 2024. Doc. Kuasa Hukum Pegi Setiawan, Toni RM.
Penetapan Pegi Setiawan sebagai DPO Tidak Sah, Namanya Pernah Disebut dalam BAP Rudiana pada 2016

Hakim Eman Sulaeman menyatakan penetapan Pegi Setiawan masuk dalam DPO oleh Polda Jabar tidak sah. Namanya disebut dalam BAP Rudiana.