Disesalkan Pengedar Narkoba Loncat dari Apartemen Edelweiss

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Depok - Dhigau Edi, pria yang lompat dari apartemen Edelweiss pada Jumat malam (19/02) merupakan anggota sindikat peredaran narkoba. Ia lompat dari lantai 23 apartemen karena menghindari kejaran aparat kepolisian Depok.

    Pembongkaran sindikat narkoba ini berawal pada penangkapan YY di Jalan Gadjah Mada, Jakarta. Dari YY petugas mendapatkan barang bukti berupa 20 butir ekstasi berwarna ungu. YY sendiri diketahui merupakan pengedar yang aktif menjual narkoba ke kawasan sekitar Depok.

    Kepada petugas, YY mengakui mendapatkan ekstasi dari perempuan berinisial SL. Ia kemudian ditangkap oleh petugas kepolisian di jalan Gadjah Mada, Jakrta. Akan tetapi, petugas tak menemukan narkoba jenis apapun dari SL. Pemeriksaan dilanjutkan ke tempat tinggal SL, di kamar 2303, apartemen Edelweiss. Di lokasi ini pun pencarian nihil. Meski demikian, SL mengaku bahwa dirinya pernah menjual ekstasi ke YY. Barang haram tersebut didapatkan SL dari seseorang berinisal A.

    SL pun diminta untuk menelpon A dengan tujuan mendapatkan barang haram tersebut. Maka pada Jumat kemarin, Dhigau Edi yang merupakan kurir A datang ke apartemen SL dengan membawa ekstasi sebanya 25 butir berwarna merah muda. Ia datang bersama teman wanitanya. Pil disembunyikan Dhigau di balik topinya.

    Ketika akan memberikan bungkusan pil, tiba-tiba saja pil tersebut jatuh. Petugas pun mengambil eksatasi tersebut. Pada saat itu, Dhigau pun segera berlari dan melompat dari jendela. "Waktu barang buktinya jatuh dan diambil petugas, dia lompat dari jendela," ujar Saidal kepada wartawan di Polres Depok, Sabtu (20/2).

    Sementara itu, Kepala Satuan Narkoba Polres Depok Komisaris Rusmartono meyesalkan kejadian melompatnya Dhigau Edi. Karena dengan tewasnya kurir tersebut, maka pengungkapan ke bandar jauh lebih sulit dilakukan. "Karena tewas kita sulit untuk ungkap si A dan orang yang ada di atasnya," ujarnya di ruangannya.

    Rusmartono juga belum mengatahu motif Gaudi Edi melompat dari apartemen. "Kita belum tahu apakah karena panik atau sengaja untuk putuskan jaringan," kata dia. Sedangkan teman wanita Gaudi Edi sampai saat ini masih menjalani pemeriksaan. Tetapi Rusmartono mengatakan bahwa perempuan tersebut tidak terlibat dalam jaringan peredaran narkoba.

    Sementara disinggung tentang kemungkinan Gaudi Edi dilempar dan bukannya melompat, Kapolres Depok Kombes Saidal Mursalin dengan tegas membantahnya. "Kita punya saksi bahwa dia memang benar-benar melompat," ujarnya. Jenazah Gaudi saat ini berada di rumah sakit Cipto Mangukusumo.

    TIA HAPSARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.