Jelang Natal 33 Rumah Terbakar di Kelapa Gading  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. Tempo\Andry Prasetyo

    Ilustrasi. Tempo\Andry Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Sedikitnya 33 rumah petak di Jalan Perintis Kemerdekaan, RT 11 RW 4, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, terbakar, Sabtu malam, 24 Desember 2011. "Rumah-rumah itu berbahan tripleks, semipermanen," kata Kepala Seksi Operasi Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Utara, Nurdin Silalahi, Ahad 25 Desember 2011.

    Sebanyak 25 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang berkobar sejak pukul 18.00 hingga 22.00 itu. Upaya pemadaman itu terhalang beberapa hambatan. Menurut Nurdin, kendala yang dihadapi petugas saat memadamkan api adalah banyaknya kios penjual kayu di sepanjang jalan Perintis Kemerdekaan. Selain itu juga ada drum-drum oli bekas dan tabung gas yang ikut meledak saat kebakaran. "Bahan-bahan itu membuat api cepat sekali menyebar," ujarnya. Nurdin menambahkan api diduga berasal dari korsleting listrik dari rumah Umar, 50 rahun, yang tinggal di sekitar lokasi.

    Umar dan seorang tetangganya bernama Anto, 25 tahun, dilaporkan mengalami luka-luka dalam peristiwa ini. Anto terluka pada bagian kaki dan tangan saat ikut memadamkan api. Adapun Umar syok dan pingsan di dalam rumahnya sendiri saat melihat api. Warga berhasil menyelamatkannya. "Keduanya dilarikan ke Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Jakarta Pusat untuk mendapat perawatan medis," kata Nurdin.

    Akibat peristiwa tersebut sekitar 33 kepala keluarga dan 120 jiwa kehilangan tempat tinggal. Lurah Kelapa Gading Barat, Dharmawan, menambahkan kerugian akibat peristiwa ini ditaksir mencapai miliaran rupiah.

    Untuk sementara korban yang kehilangan tempat tinggalnya dievakuasi di tenda-tenda darurat. "Kami langsung mendirikan tenda darurat untuk tempat pengungsian korban kebakaran," ujar Dharmawan.

    PINGIT ARIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.