Bekasi Rencanakan Bangun Enam Feeder Busway  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus TransJakarta melintas di kawasan Sudirman, Jakarta, Minggu (26/2). TransJakarta memberikan Sehari Gratis Naik Busway yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah penumpang TransJakarta pada Sabtu-Minggu. TEMPO/Subekti

    Bus TransJakarta melintas di kawasan Sudirman, Jakarta, Minggu (26/2). TransJakarta memberikan Sehari Gratis Naik Busway yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah penumpang TransJakarta pada Sabtu-Minggu. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi berencana membangun enam jalur khusus bus pengumpan (feeder) yang terintegrasi dengan busway untuk menunjang transportasi di wilayah timur Jakarta. Pembangunan dijadwalkan mulai awal Maret 2012 dengan pembiayaan dari pemerintah pusat. "Feeder itu untuk mempercepat busway masuk Bekasi," kata Kepala Terminal Induk Bekasi Zeno Bachtiar kepada wartawan, Selasa, 28 Februari 2012.

    Jalur-jalur itu dibangun di sisi barat terminal induk. Dua jalur di sekitar Kebun Paya Ampera, satu di Bulak Kapal, dan dua di depan Bekasi Trade Center, Jalan Joyo Martono, Bekasi Timur.

    Menurut Zeno, Pemerintah Kota Bekasi sebenarnya sudah meminta pemerintah DKI untuk membangun busway hingga Kota Bekasi. Alasannya, sekitar 700 ribu warga di Bekasi bekerja di Jakarta dan membutuhkan alat transportasi massal.

    Namun permohonan tersebut tak bisa direalisasikan. Rencana pembangunan jalur busway awalnya didesain di sisi selatan Kali Malang. Namun rencana itu batal karena terbentur dengan proyek pembangunan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). Lahan yang digunakan untuk kedua proyek itu berada di lokasi yang sama.

    Tahun ini, pembangunan feeder busway di Kota Bekasi telah diagendakan Kementerian Perhubungan Darat dan Dirjen Perhubungan Darat. Trayek yang direncanakan adalah dari terminal Bekasi-Kampung Rambutan. Diharapkan proyek segera terealisasi.

    Jumlah armada bus yang akan beroperasi hilir mudik mengangkut penumpang setiap hari ada 15 unit. Masing-masing memiliki kapasitas sekitar 50 penumpang.

    Terminal Kampung Rambutan dipilih sebagai tempat transit karena akses dari sana lebih mudah. Selain itu banyak pilihan angkutan umum untuk menuju wilayah lain. “Jadi penumpang dari Bekasi langsung diantar ke shelter busway Kampung Rambutan. Dari sana penumpang tinggal memilih jurusan yang akan dituju,” kata Zeno.

    HAMLUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.