Bus Feeder Bekasi Diancam Dibakar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) melintas di Jalan Raya Bekasi seusai diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Pool Bus Hiba Utama, Jalan Raya Bekasi Km 26, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (28/3). Untuk mempermudah mobilitas warga dari Bekasi, Dinas Perhubungan DKI Jakarta meluncurkan APTB yang memiliki dua feeder, yakni rute Pulo Gadung-Bekasi yang terintegrasi dengan koridor II (Pulo Gadung-Harmoni) dan koridor IV (Pulo Gadung- Dukuh Atas 2). Tempo/Tony Hartawan

    Sebuah bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) melintas di Jalan Raya Bekasi seusai diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Pool Bus Hiba Utama, Jalan Raya Bekasi Km 26, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (28/3). Untuk mempermudah mobilitas warga dari Bekasi, Dinas Perhubungan DKI Jakarta meluncurkan APTB yang memiliki dua feeder, yakni rute Pulo Gadung-Bekasi yang terintegrasi dengan koridor II (Pulo Gadung-Harmoni) dan koridor IV (Pulo Gadung- Dukuh Atas 2). Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Bekasi - Bus feeder busway Bekasi diancam akan dibakar di Rawasemut, sekitar 100 meter dari Terminal Bekasi, Senin, 2 April 2012. Pengancam datang dengan dua sepeda motor yang berhenti di depan feeder busway. Mereka menggedor-gedor kaca dan pintu bus.

    "Turunkan mereka (penumpang) atau kami bakar," kata seorang pengancam sambil menunjuk-nunjuk sopir feeder busway. "Kalian cari makan, kami juga."

    Pengancam yang belum diketahui identitasnya itu hampir melempar helm yang dipegangnya ke pengemudi. Untungnya, insiden bisa dicegah karena petugas feeder busway dan penumpang segera melerai. Si pengemudi memohon ampun dengan menyatukan telapak tangannya. Setelah itu, pengancam memaksa penumpang keluar dari bus baru tujuan Pulogadung itu.

    Saat kejadian, penumpang berjumlah sepuluh orang, termasuk Tempo. Para penumpang terpaksa turun dan bersungut-sungut karena paksaan si pengancam. Akhirnya para penumpang berjalan kembali ke Terminal Bekasi untuk mengembalikan tiket feeder busway seharga Rp 9.500 yang telanjur dibeli. Gara-gara insiden ini, jalan di sekitarnya sempat macet karena para pengguna jalan lain juga menonton.

    Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) atau feeder busway Bekasi ini, Minggu, 1 April 2012 kemarin, juga tidak beroperasi. Angkutan yang baru diluncurkan pada Rabu, 28 Maret 2012 oleh Gubernur DKI Fauzi Bowo ini diprotes sopir angkot yang trayeknya sama. Para sopir khawatir APTB bakal mengurangi pendapatan mereka.

    Sebenarnya masalah itu sudah diselesaikan pada Kamis, 29 Maret. Antara Organda Kota Bekasi dan PPD telah membuat kesepakatan. Organda diberi kesempatan berinvestasi di APTB melalui konsorsium bersama. Besaran investasinya dibagi demikian; PPD 51 persen dan pengusaha atau Organda 49 persen. Misalkan jumlah armada yang beroperasi ada 20 unit, maka sebelas armada dari PPD dan sembilan armada sisanya dari Organda Kota Bekasi. Belum diketahui jelas mengapa mereka mengamuk kembali.

    MITRA TARIGAN


    Berita Terkait:

    Pengamat: Kebijakan Busway Bekasi Setengah Matang
    Ditolak Supir, Busway Bekasi Tetap Beroperasi
    PPD: Komunikasi Salah antara Busway dan Supir
    Alasan Feeder Bekasi Sempat Tak Beroperasi
    Lima Alasan Busway Bekasi Tetap Beroperasi
    Foke Serahkan Tanggung Jawab Busway ke PPD
    Busway Jakarta-Bekasi Lebih Cepat, Lebih Nyaman


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.