Polda Siap Amankan World Royal Heritage Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta mengikuti arak-arakan festival pawai budaya cegah tawuran di Jalan Johar Baru, Jakarta, Minggu (17/11). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Peserta mengikuti arak-arakan festival pawai budaya cegah tawuran di Jalan Johar Baru, Jakarta, Minggu (17/11). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan pihaknya siap mengamankan acara World Royal Heritage Jakarta. Kepolisian, kata dia, akan menurunkan 674 personil untuk mengamankan acara tersebut.

    "Personil akan ditempatkan di Hotel Borobudur Jakarta, kawasan Senayan, dan sekitar Monumen Nasional," kata Rikwanto di kantornya, Rabu, 4 Desember 2013.

    World Royal Heritage merupakan acara yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pada 5-8 Desember mendatang. Acara tersebut mengundang 11 kerajaan mancanegara, serta lebih dari 160 kerajaan dan keraton nusantara. Acara tersebut akan ditutup oleh kirab 40 kereta kencana keraton nusantara, yang menempuh rute Monumen Nasional ke Bundaran Hotel Indonesia dan kembali ke Monumen Nasional.

    Rikwanto menuturkan, rangkaian acara akan dimulai dengan pembukaan di Hotel Borobudur tersebut rencananya akan digelar setiap dua tahun sekali. Untuk itu, ia berharap masyarakat turut berpartisipasi dalam menjaga keamanan acara tersebut. "Masyarakat harus waspada atas segala bentuk kejahatan yang terjadi di keramaian," kata dia.

    Mengenai daerah steril, Rikwanto mengatakan tingkat pengamannya akan disesuaikan dengan tamu-tamu mancanegara yang akan hadir. Pengamanan steril, kata dia, akan dilakukan apabila ada keluarga kerajaan langsung yang menghadiri acara tersebut. "Kalau ada tamu VVIP, kami akan lakukan pengamanan steril," ujar Rikwanto.

    LINDA HAIRANI


    Berita Terpopuler:

    Sandra Dewi dan Orang Terkaya ke-125, Ada Apa?
    Tiga Jejak Cikeas di Hambalang
    Bu Pur Panggil Kapolri 'Dik Tarman'
    Ini Daftar Penerima Duit Hambalang dari Nazaruddin
    Negara Mana Paling Korup Sedunia?
    Ayu: Kasus Sitok Berlawanan dengan Isu Perempuan Salihara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.