Try Sutrisno Selidiki Vila Liar Atas Nama Dirinya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Wapres Try Sutrisno. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Mantan Wapres Try Sutrisno. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Presiden Try Sutrisno mengatakan dia langsung menyuruh asistennya untuk menginvestigasi kabar kepemilikan vila liar yang disebut atas namanya. Investigasi itu dilakukan sehari setelah wartawan Tempo meminta konfirmasi ihwal kabar kepemilikan vila tersebut ke dirinya. "Sehari setelah Anda tanya vila itu, saya langsung suruh asisten saya mengecek kebenarannya," kata Try di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 13 Desember 2013.

    Menurut Try, dirinya merasa sama sekali tak punya vila di kawasan Puncak, Bogor. Dia mengaku kaget ketika ditanyai Tempo soal kepemilikan vila itu. "Sudah dicek. Tak ada vila atas nama saya di sana. Ini buktinya (sambil menunjukkan daftar pemilik vila dari Kelurahan Tugu Utara)," kata Try.

    Senin lalu, koran Tempo menurunkan laporan utama berjudul "Vila 6 Jenderal Tak Tersentuh". Dalam laporan itu, didasari penelusuran dan data Kecamatan Cisarua, Try Sutrisno disebut sebagai salah satu jenderal yang punya vila di kawasan hutan lindung di Citamiang, Tugu Utara, Cisarua, Bogor.

    Sehari sebelum laporan tersebut terbit, Tempo sudah mencoba meminta konfirmasi dari Try Sutrisno. Namun, oleh penjaga rumah bernama Udin, bosnya disebut sedang bepergian ke Malaysia. Konfirmasi dari Try akhirnya didapatkan sehari setelah laporan koran Tempo terbit, yakni ketika Try Sutrisno jadi pembicara dalam International Conference of Islamic Scholars di Matraman, Jakarta Timur. "Enggak bener itu. Silakan disita kalau ada," katanya saat itu.

    KHAIRUL ANAM


    Baca Juga
    Jokowi dan Media Saling Membutuhkan
    3 KeuntunganJika Jokowi Nyapres
    Macam-macam Pesawat Kerpresidenan Indonesia
    Pesawat Kepresidenan Indonesia Sudah Dipersiapkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.